BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung akan membuka satu jembatan timbang di provinsi Lampung, yaitu diwilayah Way Urang, Lampung Selatan diakhir tahun ini. Pembukaan tersebut yang pertama sejak fasilitas pengukur tonase kendaraan besar itu diambil alih dari pemerintah provinsi kepada pusat.

Kepala Seksi BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Yoyo Arianto menjelaskan sarana dan prasarana jembatan timbang di Way Urang saat ini sudah mencapai 100 persen, sehingga direncanakan akhir tahun 2018 ini sudah dapat dibuka dan dioperasikan.



"Jembatan timbang Way Urang yang akan kembali dibuka. Ini baru saja dari empat jembatan timbang yang ada di Lampung. Targetnya sudah bisa beroperasi akhir tahun," kata Yoyo kepada Lampost.co, Rabu (27/6/2018).

Dia melanjutkan, jembatan timbang Way urang merupakan jalur masuk kendaraan ke Sumatera. Dengan tujuan agar kendaraan bermuatan lebih bisa terukur guna mengantisipasi kerusakan jalan nasional. Untuk itu, jembatan tersebut mendapatkan prioritas untuk dioperasikan lebih dulu. 

Untuk tiga jembatan lainnya, dirinya belum dapat memastikan waktu pengoperasian ketiga jembatan timbang lainnya, yaitu jembatan timbang Gayam, Lampung Selatan, jembatan timbangan Blambangan Umpu, Way Kanan, dan jembatan timbang Simpang Pematang Mesuji. "Sarana prasarana ketiga jembatan itu masih belum di rehabilitasi, karena terkendala anggaran," ujarnya.

Menurutnya, jembatan timbang wajib dioperasikan, karena menyangkut banyaknya kendaraan bermuatan besar melintasi jalan nasional. Terlebih, kendaraan bertonase melebihi kapasitas jalan akan menyebabkan kontruksi jalan rusak. 


Disamping itu, BPTD Wilayah VI Bengkulu dan Lampung juga telah membuka satu jembatan timbang Padang Ulak Tanding, provinsi Bengkulu Oktober 2017 lalu. "Atas dasar itu juga, Kementerian Perhubungan meminta Lampung membuka jembatan timbang Way urang Kabupaten Lampung Selatan, " urainya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR