JAKARTA (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah 15 lokasi di Cirebon, Jawa Barat, sepanjang tiga hari kemarin. Penggeledahan terkait kasus suap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. 

Pada Jumat (26/10/2018), KPK menggeledah enam lokasi: kantor dinas bupati dan sekda, rumah dinas bupati, rumah pribadi bupati, Kantor Dinas PUPR, dan Kantor Dinas Bina Marga. 



"(Juga) Kantor Badan Pelayanan dan Perizinan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (29/10/2018).

KPK menyita sejumlah barang bukti dari enam lokasi penggeledahan. Beberapa di antaranya dokumen terkait administrasi kepegawaian, dokumen proyek, uang tunai Rp57 juta, dan bukti transaksi bank. 

Penggeledahan yang dimulai dari pukul 13.00 WIB itu berakhir hingga dini hari, Sabtu (27/10/2018). Kemudian, KPK menggeledah enam lokasi lainnya.

"Rumah sekda, rumah ajudan bupati, rumah sejumlah kepala dinas. Disita dokumen-dokumen terkait kepegawaian dan proyek," beber dia. 

Lalu pada Minggu (28/10/2018) penggeledahan dilakukan di tiga lokasi. Ketiganya yakni rumah dinas bupati, rumah mertua bupati, dan rumah anak bupati.

Dari penggeledahan itu KPK menyita tiga mobil, yakni Honda HRV, Pajero dan Jazz. Kemudian, barang bukti elektronik, serta uang dalam pecahan rupiah, dollar Amerika dan Real dengan jumlah sekitar Rp400juta.

Sunjaya terjaring OTT KPK pada Rabu (24/10/2018) malam. Dia ditangkap tim Satgas KPK bersama enam orang lainnya yang terdiri dari unsur pejabat Pemkab Cirebon dan pihak swasta.

KPK sudah menetapkan Sunjaya sebagai tersangka. Dia terseret kasus dugaan suap terkait mutasi jabatan, proyek dan perizinan di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2018. 

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR