BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung bersama Tempo Institute segera menghelat lokakarya (Workshop) dan coaching clinic Jurnalisme Investigasi di Bandar Lampung pada Sabtu- Minggu (20-21-April 2019) di ruang Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung.

Ketua AJI Bandar Lampung Padli Ramdan mengungkapkan gelombang kekacauan berupa kerancuan informasi antara yang benar dan palsu (fake) telah menempatkan ketegangan baru pada kebebasan media. Hal ini juga dituangkan dalam Laporan Global Unesco terbaru (Tren Dunia dalam Kebebasan Berekspresi dan Pengembangan Media (2017-2018).



Menurutnya, paradoks semacam ini terjadi di seluruh dunia. Celakanya, media mainstream yang ada pun tidak mampu memberi warna pembeda atas informasi yang diberikan kepada publik. Dampaknya, kepercayaan publik kepada institusi pers mainstream hilang.

Oleh sebab itu, ujar Padli,  Tempo Institute bersama AJI menggelar workshop. Lampung termasuk daerah yang beruntung mendapat kesempatan belajar investigasi dari jurnalis investigasi andal seperti Tempo dan dipandu langsung redaktur Tempo, Sopril Amir. "Kolaborasi antar media ini diharapkan menjadi jawaban untuk kembali meraih kepercayaan publik akan produk jurnalisme. Kami menyadari ada lubang besar dalam memujudkan visi ini, terkait jam terbang dan kapasitas jurnalis dalam melakukan reportase investigasi," ujarnya dalam siaran pers yang dikirim, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya, acara ini akan melibatkan 40 jurnalis media lokal dan 10 mahasiswa dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Adapun peserta, kata Padli, bisa mendaftarkan diri melalui: bit.ly/ajitempo. Sementara untuk batas pendaftaran paling lambat diterima 17 April 2019.

Penanggung Jawab workshop, Wandi Barboy menjelaskan akuntabilitas media menjadi tema utama program Investigasi Bersama Tempo tahun 2019. Adapun tema yang diangkat yakni "Meraih Akuntabilitas Media Melalui Liputan Investigasi” dengan sub tema Korupsi dalam Pelayanan dan Tata Kelola Publik, Persoalan Sumber Daya Alam, Pelanggaran Hak Asasi Manusia terkait Perdagangan Manusia, Kasus-kasus Kriminal terkait Kepentingan Publik.

Peserta pelatihan diminta untuk mengusulkan tema liputan investigasi di Lampung. Usulan liputan akan dibahas dan diperdalam pada hari kedua workshop. Peserta dengan usulan liputan terbaik akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan intensif di Jakarta. "Hasil akhirnya tema investigasi terbaik akan dipilih untuk dikerjakan bersama tim pendamping Tempo. Karya investigasi akan diterbitkan bersama di media tempat peserta bekerja dan di Tempo," kata Wandi.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR