BAGI pengusaha di Lampung tentu tidak asing dengan Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) yang merupakan komunitas pengusaha muslim. Berdiri sejak 2011, komunitas ini turut membidani lahirnya pengusaha-pengusaha muslim di Bumi Ruwa Jurai. Cara belajar yang dipilih cukup unik, yakni melalui pengajian.

Humas IIBF Diah Ismaya menjelaskan komunitas IIBF berawal dari kepedulian sang pendiri, Heppy Trenggono, yang banyak melakukan bisnis dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Salah satunya menggunakan permodalan riba hingga akhirnya menimbulkan masalah dalam bisnis tersebut.



"Komunitas ini hadir untuk membangun kejayaan bangsa dengan menciptakan para pengusaha yang berbisnis kelas dunia dan berperilaku sebagaimana muslim yang bertakwa," kata perempuan berhijab itu, beberapa waktu lalu.

Diah menyebut guna mewujudkan visi dan misi komunitas, yakni mencetak sejuta pengusaha muslim yang kuat di 2020, mereka aktif melakukan berbagai kegiatan, seperti mentoring kelas bisnis gratis yang telah berjalan sejak 2015. "Saat ini sudah ada beberapa angkatan dari setiap level kelas bisnisnya. Saat ini, kami juga sedang dibuka pendaftaran kelas bisnis mulai tanggal 1—14 Oktober, untuk informasi lengkap ada di Instagram @iibf_lampung," ujar Diah.

Selain itu, IIBF juga aktif mengadakan lokakarya literasi keuangan yang membahas pemahaman mengatur keuangan perusahaan serta mengatasi masalah utang yang banyak menimpa para pelaku bisnis, terutama masalah permodalan perbankan.

"Kami juga ada pengajian bisnis rutin sebulan sekali dan pendampingan kepada para pelaku bisnis yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya," ujar Diah di Sekretariat IIBF di Jalan Raden Pemuka No.3, Way Halim, Bandar Lampung.

 

Berpengalaman

Diah menambahkan komunitasnya juga aktif menjalankan program forum pitching investor, yakni mempertemukan para pemilik modal dengan para pengusaha. Selain itu, kegiatan seminar bisnis juga rutin diadakan tiap bulan dengan menghadirkan pengusaha yang sudah berpengalaman.

"Dalam waktu dekat kami kembali mengadakan forum pitching investor umum, yakni mempertemukan para pelaku bisnis yang membutuhkan permodalan dengan para investor atau stakeholder untuk saling bekerja sama," kata Diah.

Di luar pembelajaran usaha, komunitas IIBF mempunyai program family mastery camp untuk memperkuat ikatan kekeluargaan anggota. "Karena IIBF mengajarkan semua anggotanya untuk mengutamakan keluarga sebagai klien pertamanya, sebelum melayani konsumen bisnisnya family is number one client."

Diah menyebut hingga saat ini tercatat ada sekitar 750 anggota yang telah bergabung dengan IBF dari seluruh Lampung, mulai dari Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro, Kotabumi, Bandarjaya, dan Pringsewu. Diah berharap adanya komunitas IIBF, bisa memberikan dampak untuk para pengusaha di Lampung. Selain itu, anggota IIBF dapat menjalankan usaha sesuai syariah Islam.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR