BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sabtu siang medio Februari lalu Pasar Tanggulangin Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, terlihat lebih ramai dari biasnya. Selain kendaraan yang melintas dan aktivitas para pedagang dan pembeli, ada keramaian baru di sudut pasar.

Siang itu, ada kegiatan makan siang gratis yang diinisiasi Komunitas Berbagi (Kombi) Lampung di tempat itu. Komunitas ini memang rutin menggelar kegiatan yang mereka namai makan siang gratis (MSG) yang ditujukan kepada para kuli panggul, pedagang kecil, tukang becak, dan masyarakat kurang mampu lainnya. Agenda itu rutin diadakan setiap Sabtu siang, dengan lokasi yang berpindah-pindah.



Penggagas Kombi Lampung M Dedy Kurniawan, menuturkan lokasi yang menjadi tempat makan siang gratis, di antaranya Pasar Punggur, Pasar Kotagajah, halaman Masjid Istiqlal Bandarjaya, Lampung Tengah juga Lapangan Samber dan Terminal kota Metro.

Dari setiap kegiatan makan siang gratis, selalu ada pemandangan menarik, dengan terlibatnya anak-anak yang menjadi sukarelawan cilik komunitas ini. Mereka belajar berbagi sejak dini lewat Komunitas Berbagi Lampung.

Salah satu sukarelawan cilik Kombi yang saat itu aktif membantu adalah Mahbub Agha Alfatih. Ia tampak sigap dan ikut ambil bagian dalam agenda bagi-bagi makanan gratis itu.

Sejak usia 2 tahun 6 bulan, Mahbub sapaan sukarelawan cilik itu memang sudah ikut membantu sukarelawan Kombi lain. Selain ikut agenda makan siang gratis, dia juga aktif terlibat dalam setiap agenda Kombi lainnya seperti berbagi perlengkapan sekolah, berbagi sembako, berbagi perlengkapan mengaji, koper pustaka, dan agenda rutin Kombi lainnya.

 

Sekolah Sukarelawan

 

Dedy menambahkan aktifnya para sukarelawan cilik bermula dari orang tua yang kerap mengajak anaknya dalam setiap kegiatan yang dilakukan Kombi. "Setiap kegiatan di Kombi Mahbub selalu diajak dan dilibatkan dengan tujuan agar anak memiliki jiwa dan kepekaan sosial terhadap sesama, sehingga ketika sudah besar nanti bisa lebih bermanfaat untuk orang lain," ujar Dedy yang merupakan ayah Mahbub.

Selain agenda rutin, kegiatan yang dilakukan Kombi Lampung, di antaranya membuat Sekolah Sukarelawan, serta manual coffe brewing class. Berbagai kegiatan bertujuan menciptakan para sukarelawan yang memiliki kapasitas mumpuni di dunia kesukarelawanan. "Menjadi sukarelawan merupakan terpanggil bukan dipanggil, sehingga tidak terpaksa atau dipaksa," ujar Dedy.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR