BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Semua pihak dan civitas akademika yang ada harus menjaga suasana sejuk untuk menyambut Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung periode 2019-2023 yang rencananya tahapan akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Pilrek tersebut digelar untuk menggantikan Rektor saat ini Prof Hasriadi Mat Akin yang akan pensiun pada Oktober 2019 dengan memasuki usia pensiun 60 tahun.

Ketua Senat Universitas Lampung, R. Hanung Ismono mengatakan pemilihan rektor haruslah memberi contoh yang baik bagi masyarakat dan semua pihak. Pemilihan dengan suasana kondusif, sejuk dan santun harus diterapkan oleh calon-calon yang nantinya akan menjadi kandidat rektor. "Kepentingan elit politik jangan sampai mengintervensi pemilihan rektor," katanya kepada Lampung Post, Jumat (26/4/2019).



Meskipun begitu dirinyapun tidak memungkiri orang-orang politik akan ikut berkomentar mengenai Pemilihan Rektor Universitas Lampung mendatang. Ia berharap terpilihnya rektor bukan karena titipan elit-elit politik tertentu. Rektor terpilih haruslah orang yang berkompeten dan mampu menyerap aspirasi dari seluruh warga di Universitas Lampung. "Rektor terpilih adalah orang yang netral dan murni ingin menjadikan UNILA lebih baik lagi," katanya

Ia juga mengatakan jangan sampai Pemilihan Rektor Universitas Lampung seperti kisruh Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Pemilihan Rektor harus diulang karena memiliki kecacatan dalam proses pemilihannya. Ia mendorong di Unila akan bekerja sama dengan KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. "Kita juga ingin bekerjasama dengan KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk menelusuri orang-orang yang ingin menjadi rektor merupakan orang yang bersih dari persoalan hukum," katanya.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menegaskan tidak ada intervensi dari pemerintah dalam pemilihan rektor. Jika ditemukan ada indikasi suap, agar segera lapor ke pihak berwajib. "Berdasarkan prosedur yang dilakukan, ada kelemahan, kecacatan dalam pemilihan rektor. Maka harus proses dari awal," katanya

Ia mengatakan, jika terdapat pemilihan rektor bermasalah, itu karena banyak yang bermain politik. Maka dari itu, ia berharap jangan campurkan politik di kampus yang merupakan tempat akademik.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR