LAMPUNG SELATAN (Lampost.co)---Tiga hari berlalu namun banjir yang melanda ribuan hektare tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, awal pekan ini masih menyisakan kerisauan sejumlah petani setempat.  
Air yang mulai meluap sejak Senin (26/2) dini hari menjadi petaka bagi para petani. Apa daya, usia tanaman belum genap sebulan, kini sawah mereka terendam air dan terancam rusak.

Kegundahan itu pun terlontar dari mulut Satarudin (42), petani Desa Palasjaya, Kecamatan Palas. Meski kini mulai surut, debit air masih tinggi dan tanaman padinya terancam rusak.
"Awal banjir batang padi sama sekali tidak kelihatan. Sekarang sudah kelihatan. Tapi, kan ini sudah hari ketiga dan mau hari keempat. Jelas, saya cemas tanaman padi akan puso," kata dia.
Darto (49), petani asal Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, juga waswas. Ketua Gapoktan Mekar Mukti itu memperkirakan usai banjir para petani akan menerima serangan berbagai hama.
"Tentu, kalau abis banjir pastinya akan ada banyak hama. Salah satunya hama keong, Mas. Hama keong dapat dipastikan akan menggerogoti tanaman padi yang masih berusia muda," kata dia.



Banjir tidak hanya petaka bagi para petani, di Lampung Timur, para korban banjir yang terjadi dalam sepekan ini mengeluhkan bantuan yang diperlukan lamban disalurkan dan diterima. “Baru Rabu (28/2), kami menerima bantuan makanan,” kata Jamal Abdil Nazar (49), korban banjir di Dusun V, RT 17, Desa Tanjungtirto, Kecamatan Way Bungur, kemarin.

Ia mengungkap sebenarnya banjir di desanya telah berlangsung beberapa hari lalu. "Selama banjir itu kami tidak mendapat bantuan makanan padahal hampir seminggu terjadi di sini.”

Warga korban banjir lainnya di Dusun V, Nanda (25) membenarkan pada Rabu (28/2) telah menerima bantuan makanan berupa nasi bungkus dari dapur umum yang dia terima pada pagi dan siang harinya.

"Saya juga baru hari Rabu dapat bantuan makanan berupa nasi bungkus, kemarin-kemarin ya masak dan mengandalkan bantuan warga," kata Nanda menyampaikan keluhannya.

Kepala Desa Tanjungtirto Sugiarto menyebutkan sebanyak 800 warga atau jiwa telah diungsikan dan tinggal di rumah-rumah tetangga dan rumah saudaranya.

Air yang menggenang berangsur surut, namun di salah satu titik masih merendam rumah setinggi dua meter. Ia menjelaskan kebutuhan makanan para korban dipasok dari dapur umum.

Terkait bantuan makanan berupa beras dan makanan siap saji lainnya yang dijanjikan akan disalurkan, namun menurutnya, hingga Rabu sore belum diterima warganya.


 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR