BANDAR LAMPUNG (Lampost) -- Bermodalkan selang dan alat penyemprot air biasa,  kemudian 2 drum berisi air. Kedua tangan yang telah siap dengan sebuah ember berisi air sabun dan sikat cuci, pria itu lantas mengoles seluruh bagian demi bagian motor yang berada didepannya dengan lap basah lalu kemudian menyikatnya.

Dalam sebuah bangunan sederhana beratapkan asbes dengan luas sekitar 1.5 x 1.5 Meter, dan bertuliskan “Steam Motor Arjuna”, pria itu mendapatkan rejekinya setiap hari. 



Dengan membuka steam motor, Ahmad (36) dapat memenuhi kebutuhan untuk sehari – harinya.  Dirinya membuka tempat steam motor kecil – kecilan yang berada di Jalan Hoscokro Aminoto,  Tanjung Karang Timur,  Bandar Lampung. 

Dengan ketatnya persiangan usaha steam motor di kota tapis berseri, tidak menyulutkan untuk terus berusaha agar dapat terus memperoleh rejeki dengan cara yang halal.  Meskipun telah banyak tempat pencucian kendaraan bermotor yang menggunakan alat-alat canggih. 

Tapi masih terdapat juga beberapa pengendara roda dua yang membutuhkan jasanya dengan harga jasa yang relatif terjangkau. 

Dirinya mengaku bahwa usaha itu dibuka dengan jerih payahnya sendiri. “Usaha milik sendiri, tapi numpang tempat. Sekitar setahun ini sudah buka usaha steam motor,” ujarnya,  Minggu (4/11/2018).  

Terlihat pada drum yang disediakannya untuk menampung air mencuci kendaraan,  untuk jasa pencucian motornya itu dirinya mematok harga Rp. 15ribu per motor. “Lumayanlah dari pada nganggur saja dirumah,  15ribu per motor. Sehari paling bisa sampai 10 motor,  apalagi ini mau musim hujan pasti bisa lebih banyak yang minta motornya disteam.” Kata Ahmad. 
 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR