LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 15 June
5183
LAMPUNG POST | Agar Anak Tidak Mudah Sakit Saat Mudik
Ilustrasi anak-anak mudik. inilah.com

Agar Anak Tidak Mudah Sakit Saat Mudik

PULANG kampung atau mudik sudah menjadi tradisi orang Indonesia menjelang Idulfitri. Saat mudik, kesehatan menjadi hal utama yang harus dipersiapkan agar mudik terasa nyaman. Ini penting, terutama bagi keluarga yang akan membawa anak kecil.
Sistem imun yang masih belum terbentuk sempurna dalam tubuh anak membuat orang tua harus ekstra perhatian agar anak tidak terjangkit penyakit selama perjalanan. "Untuk perjalanan darat menggunakan mobil, usahakan istirahat setiap tiga jam karena suhu dalam mobil yang dingin," ujar Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta Rini Sekartini, dalam peluncuran video Edukasi Kesehatan Anak di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Durasi tiga jam tersebut didasarkan pada durasi jeda pemberian ASI pada bayi. Selain itu, Rini juga menyarankan agar orang tua tidak lupa membawa mainan agar anak tidak bosan selama perjalanan. Bosan selama di perjalanan berisiko menyebabkan anak mengalami tekanan hingga membuat mereka mengalami penurunan kondisi kesehatan tubuhnya.
Selain mainan, Rini mengingatkan agar para orang tua jangan lupakan obat-obatan sederhana, seperti obat batuk, demam, dan diare. Tiga penyakit yang paling sering dialami anak saat dalam perjalanan selain flu dan pilek.
Menurut Rini, ada beberapa faktor mengapa anak rentan terkena flu, batuk, dan pilek selama perjalanan mudik, yaitu karena kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, dan tertular dari orang lain yang ditemuinya selama dalam perjalanan. Oleh karena itu, sediakan camilan yang tinggi karbohidrat agar perut tetap terisi.
Makanan siap saji untuk bayi juga bisa dijadikan pilihan. "Makanan siap saji yang tinggal diseduh justru lebih aman daripada membeli di luar atau di jalan," kata dia.

Agar Bayi Nyaman

Khusus bagi orang tua yang akan membawa bayi untuk mudik, juga perlu memperhatikan kenyamanan si kecil selama dalam kendaraan. Bukan hanya penting untuk bayi dan anak-anak, melainkan juga buat orang tuanya agar tidak repot dengan pekerjaan menggendong selama perjalanan. Mengingat tidak semua bayi ingin atau merasa nyaman duduk atau tidur di car seat, sehingga dibutuhkan penyesuaian sebelum melakukan perjalanan jauh, seperti mudik Lebaran yang bisa memakan waktu berjam-jam.
"Mudik bersama bayi dan anak-anak kecil itu pekerjaan yang tidak mudah. Meski kita sebagai orang tua sudah menyiapkan segala keperluannya, jika mereka tidak merasa nyaman, ya sama saja tetap merepotkan orang tua. Contoh paling mudah adalah duduk di car seat. Tidak semua bayi atau anak-anak mau duduk di sana," ujar Executive Trainer Mothercare, Dewi Nopiyanti, di Jakarta, baru baru ini.
Cara gampangnya adalah dengan membiasakan atau melatih bayi duduk di car seat sebelum melakukan perjalanan mudik. Bisa dengan cara menggunakan teori setahap demi setahap, misalnya, dilatih dulu duduk di sana ditemani ibunya untuk beberapa lama.
"Kemudian dilatih duduk di sana dengan posisi mobil mulai berjalan untuk jarak pendek, seperti ke mal atau ke mana. Ketiga dilatih duduk di car seat itu untuk perjalanan yang jarak sedang. Kalau sudah berhasil, mereka akan lebih terbiasa melakukan perjalanan dengan duduk di kursinya sendiri."
Namun, orang tua harus tetap memperhatikan sisi tumbuh kembang anak. Meski diperuntukkan menjaga kenyamanan bayi selama perjalanan, bayi ataupun usia anak-anak, sangat tidak direkomendasikan untuk duduk lebih dari dua jam secara terus-menerus.
"Sebab, ini akan memengaruhi proses tumbuh kembang tulangnya. Paling tidak mereka diberikan kesempatan untuk beristirahat sebentar, misalnya, dengan cara digendong atau sekadar menikmati udara di luar beberapa menit kemudian lanjut lagi," kata dia.

LAMPUNG POST
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv