DEBAT kandidat sesi pertama empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur digelar di Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (7/4) malam. Empat pasangan tersebut, yakni Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, dan Mustafa--Ahmad Jajuli yang diwakili Ahmad Jajuli.

Agenda ini merupakan salah satu tahapan yang paling ditunggu para pemilih. Program kerja pasangan calon diadu di depan publik. Rakyat dapat melihat kompetensi, kualitas, serta konsep pasangan calon dalam memimpin Lampung lima tahun ke depan. Dari debat ini pula diharapkan dapat memantapkan hati rakyat untuk menentukan kepada siapa suara mereka akan diamanahkan pada hari pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang.



Pada debat sesi pertama bertajuk pembangunan sosial ekonomi untuk Lampung itu, empat pasangan calon memaparkan program unggulan masing-masing. Sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi hak seluruh rakyat tetap menjadi fokus setiap pasangan calon. Pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat juga menjadi perhatian khusus.

Di bidang kesejahteraan rakyat, empat pasangan calon sepakat mendongkrak kinerja sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencarian pokok masyarakat Lampung. Juga membangun infrastruktur sebagai urat nadi perekonomian hingga ke kawasan perdesaan.

Terlepas dari siapa yang kelak terpilih, Lampung telah menorehkan prestasi cukup gemilang. Badan Pusat Statistik Lampung merilis ekonomi provinsi ini tumbuh 5,17%, naik tipis dibanding dengan 2016 sebesar 5,15%.

Di pihak lain, Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Andrinof Chaniago dalam Indonesia Economic Outlook 2018 menyebutkan Lampung termasuk 10 besar provinsi dalam nilai perdagangan internasional. Keunggulan sektor perdagangan tersebut tidak lepas dari kinerja positif di sektor lain, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, dan pariwisata. Hal ini tentu harus menjadi masukan bagi siapa pun pemimpin Lampung yang terpilih.

Siapa pun yang menang kelak harus mempunyai integritas dan komitmen membangun ekonomi Lampung lebih baik. Visi misi tentulah harus dijalankan, bukan hanya konsep di atas kertas atau pepesan kosong belaka. Setelah terpilih bukannya fokus bekerja, melainkan justru sibuk memikirkan pembagian kue-kue APBD berujung fee untuk memperkaya pribadi dan kelompok. Rakyat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pandai bicara, tetapi pemimpin yang mampu merealisasikan setiap janji-janji selama masa kampanye.

Meski demikian, masyarakat Lampung percaya seluruh pasangan calon adalah putra-putri terbaik yang akan mengangkat harkat dan martabat provinsi ini di kancah nasional, bahkan internasional. Kepercayaan itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang melihat debat malam itu.

Namun, acara debat di sesi berikutnya hendaknya bisa dilakukan dalam suasana yang lebih cair. Ibarat sayur terasa seperti kurang garam dan tanpa gereget.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR