LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 8 June
6066

Tags

LAMPUNG POST | Adu Cuko
Eka Setiawan, wartawan Lampung Post

Adu Cuko

GENDERANG Pemilihan Gubernur Lampung sudah ditabuh meskipun perhelatan masih berlangsung setahun lebih sebulan, atau tepatnya 27 Juni 2018. Di tingkat bawah, para bakal calon mulai tebar pesona, tebar program, tebar janji, dan tebar visi-misi untuk menjerat minat juga simpati rakyat.
Di tingkat elite, para bakal calon tentu juga sejak jauh hari mulai mengatur strategi, saling adu taktik, adu intrik, adu power, adu jaringan, juga sangat memungkinkan adu cuko atau uang agar mendapat tiket perahu dukungan.
Bagi saya sepanjang itu bukan adu jotos, saling adu mengadu sangat realistis dalam perebutan kekuasaan. Termasuk adu cuko, sepanjang itu merupakan cost politics, dan masih dalam tataran wajar, yah biasalah. Meskipun, kata wajar itu sendiri sangat subjektif, bergantung tebal tipis kantong para bakal calon.
Berbeda halnya jika itu merupakan politik uang untuk beli perahu. Walaupun praktiknya sangat memungkinkan terjadi. Mengapa mungkin? Sebab, sampai saat ini belum ada satu pun kasus penangkapan oleh aparat hukum maupun lembaga pengawas pemilu, baik si calon maupun elite partai, saat membayar mahar untuk memuluskan pencalonan.
Rata-rata pelaku politik uang yang tertangkap hanya di tataran pemilih dan penyelenggara tingkat bawah. Rakyat tentu berharap partai politik yang mempunyai posisi dan peranan (role) yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi tidak lagi menjadi benalu dalam sistem demokrasi Indonesia. Partai politik juga bukanlah perusahaan yang tujuan didirikannya mencari keuntungan dari setiap hajat demokrasi.
Mau diusung perahuku, ya monggo asal ado cuko sekian miliar. Alih-alih perlu ongkos politik yang realistis untuk menggerakkan mesin politik di tingkat bawah. Faktanya, cuko tidak mengalir sampai ke akar rumput. Sekadar menetes.
Publik juga mengingatkan para kandidat agar tidak mengedepankan ego, lantas membuat kebijakan berorientasi proyek demi setoran, buat beli perahu dukungan. Termasuk juga cari bandar pemodal yang berujung menggadaikan sumber daya alam berkedok kepentingan investasi.
Jangan sampai gara-gara syahwat ingin berkuasa, lalai aturan hingga berujung bui. Tidak di dunia, penghakiman akhirat itu pasti.

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv