BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Perusahaan kini dihadapkan dengan revolusi industri yang berbeda dari sebelumnya. Perusahaan-perusahaan di Lampung kini terus berbenah sembari menyiapkan diri menghadapi perubahan pola dan persaingan bisnis yang kian ketat.

Semua pihak terkait diharapkan mampu menghadapi tantangan yang ada. Inovasi dan kreativitas menjadi syarat mutlak sebuah perusahaan agar bisa bersaing pada era revolusi digital. Kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) menjadi komponen penting yang mesti disiapkan.



Pemilik PT Anugerah Alam Lampung, perusahaan yang menjadi distributor produk makanan dan minuman multiinternasional, Ilham Mendrofa, mengungkapkan perusahaan tidak kuasa mengubah perilaku perubahan industri. Sebab itu, perusahaan beradaptasi dengan perubahan. Hal itu sesuai dengan sifat dasar manusia yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Yang harus disiapkan sebagai produsen adalah bagaimana mengaktifkan alat produksi dan menyesuaikan dengan perubahan," kata dia di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Menurut Ilham, menghadapi revolusi industri masing-masing perusahaan memiliki kebijakan terkait peningkatan kualitas SDM. Tidak sekadar soal SDM, penyesuaian dalam menghadapi revolusi industri juga dilakukan via mesin dan alat teknologi yang kian canggih. Hal inilah yang mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen.

"Artinya perubahan dan penggunaan teknologi juga tetap diikuti. Ada yang bisa digantikan dan tidak. Digantikan untuk efektif dan efisiensi sebuah perusahaan."

Sosialisasi Tugas Pemerintah

Di sisi lain, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Karya Utama(FSBKU) Konfederasi Serikat Nasional, Yohanes Joko Purwanto menjelaskan sosialisasi perubahan yang terjadi pada pasar global dan perubahan di dunia industri adalah tugas pemerintah. Misalnya, bagaimana caranya agar para pekerja siap menghadapi tantangan kapitalis dan pasar global.

"Ketika pemerintah tidak mendukung dan tidak melakukan program pembangunan, maka akan tergilas," ujar Joko.

Menurutnya, pekerja juga harus menyiapkan diri dan memiliki kemampuan dalam menghadapi persaingan di pasar global. Salah satu caranya dengan melakukan peningkatan kapasitas, pelatihan, dan pendidikan. Dengan demikian, para pekerja mampu bersaing di pasar global.

Pengamat teknologi informasi dari Universitas Lampung Helmy Fitriawan menerangkan alat utama yang digunakan di sebuah perusahaan pada era revolusi industri adalah teknologi informasi dan komputer (TIK). Hampir semua bidang seperti pemrograman, administrasi, keuangan, distribusi, dan lain sebagainya semuanya menggunakan TIK.

Tidak heran, bidang TIK menjadi salah satu aspek yang harus disiapkan  perguruan tinggi. Salah satunya dengan memperbarui kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan.

"Saat ini sedang menghadapi revolusi industri, dan TIK ada di semua lini. Semuanya kini mengembangkan teknologi," kata Helmy yang juga kepala UPT TIK Universitas Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR