BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat Hukum Universitas Lampung menilai ada yang salah dalam sistem lembaga permasyarakatan (LP) di Indonesia, sehingga dijadikan para bandar narkotika tempat melakukan transaksi obat-obatan terlarang. Hal ini dikatakan Edi Rifa'i saat dikonfirmasi Minggu (3/2/2019).

Edi mengatakan semua sistem harus dibenahi secara menyeluruh di dalam lembaga pemasyarakatan, sehingga tidak ada lagi peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam LP. "Di dalam itu ada sistem ada uang. Ada fasilitas yang diberikan petugas termasuk menggunakan alat komunikasi berupa HP. Hal ini lah yang menjadikan LP tempat para narapidana kasus yang sama mengendalikan narkotika," katanya.



Jika hal ini tidak dibenahi, kata Edi, maka peredaran narkotika atau kejahatan lainya akan terus terjadi dan pengendalinya para napi yang ada didalam LP. "Semua perlu dibenahi mulai dari petugas penjagaan sampai dengan kapasitas LP yang penuh harus diperbaiki," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR