PESAWARAN (Lampost.co) -- Sebanyak 20 umat Kristiani dari Kabupaten Pesawaran yang akan melakukan wisata rohani ke Yerusalem terancam batal berangkat lantaran adanya larangan pemegang paspor Indonesia untuk memasuki wilayah yang diklaim milik Israel.

Kabag Kesosmas Sekkab Pesawaran Razak mengatakan memang ada berita terkait adanya larangan WNI yang masuk ke wilayah Yerusalem dan berdampak pada kegiatan wisata rohani yang telah diprogramkan oleh Pemkab Pesawaran.



"Tahun ini, ada 20 orang umat Kristiani yang rencananya akan melakukan wisata rohani ke Yerusalem, jika ada larangan itu jelas berpengaruh, bisa batal diberangkatkan," kata Raza,  Kamis (7/6/2018).

Dia menjelaskan, meskipun adanya larangan itu pihaknya berkoordinasi dengan pihak travel agen terkait realisasi program wisata rohani ada ada travel yang bisa memberangkatkan kesana atau tidak dan jika tidak ada, maka pastinya program wisata rohani ke Yerusalem batal dan akan dialihkan.

"Rencanannya, meraka umat Kristiani akan berangkat pada akhir tahun. Jika memang tidak bisa, maka alternatif lain akan berangkatkan ke Vatikan (Italia) namun akan di musyawarahkan mengenai anggaran dananya terlebih dalulu, " ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR