BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Tagam Sinaga, mengatakan berdasarkan pengungkapan kasus narkoba jaringan Lapas Kalianda yang dikendalikan napi terungkap bahwa ada setoran hingga Rp100 juta kepada sipir sebagai upeti untuk memuluskan penyelundupan narkoba ke dalam lapas.

Untuk itu, dia menduga upeti dengan jumlah sebanyak itu disinyalir tidak hanya berhenti di sipir saja. "Jaringan ini kan menyatakan ada upeti. Upeti yang diberikan itu apakah sampai ke kakanwil, kita akan panggil dan periksa," kata Tagan Sinaga.



Pihaknya juga akan melibatkan PPATK untuk menelusuri aliran dana itu dan untuk menerapkan TPPU. "Buktinya kan sipir terima Rp100 juta, itu kan pasti akan kita telusuri," kata dia.

Jika memang terbukti, kata dia, maka siapaun itu pelakunya akan dilakukan proses hukum sesuai undang undang yang berlaku. "Pertama dari sipir, kalapas, ke kakanwil, kalau terlibat kita proses, siapapun sama kedudukannya di depan hukum," kata dia.

Sebagai langkah awal pihaknya akan memeriksa para sipir yang berugas pada hari masuknya sabu-sabu tersebut ke dalam Lapas. "Petugas jaga dulu, kenapa brangkas itu bisa masuk, siapa petugas petugasnya, selanjunya bagaimana pengawasna kalapas, bagaimana SOP-nya, apakah termasuk kakanwilnya mengetahui," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga telah mengantongi sejumlah nama oknum anggota Polri yang merupakan pemakai narkoba yang ada kaitannya dengan jaringan lapas tersebut. "Kalau keterlibatan jaringan tidak ada, tapi jaringan pemakai kita sudah serahkan namanya ke Pak Wakapolda, ada sekitar empat orang itu pemakai, di Polres Lampung Selatan," kata dia.

Terpisah Kakanwil Kemenkumham Bambang melalui Kepala Sub Bagian Penyusunan Laporan, Humas & Teknologi Informasi Erwin Setiawan Yunianto siap jika memang keterangan pihak-pihak terkait lainnya dibutuhkan untuk penyidikan kasus tersebut. "Untuk keteribatan pihak lain, silahkan BNN selidiki. Kalau pembuktiannya kita tunggu saja hasil penyidikan dari BNN," kata dia.

PENULIS

Deni Zulniyadi

TAGS


KOMENTAR