BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Berdasarkan pengungkapan perkara perdagangan orang, dengan modus memanfaatkan lansia untuk dijadikan pengemis, ternyata terdapat dua komplotan.

Komplotan pertama SP (41) dan NN (19) yang mempekerjakan lansia MM dan DD, ternyata ada komplotan lain. Mereka yakni, RT (43), FN (18), EK (32), dan HE (32).



Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Bobby Marpaung mengatakan, keempat orang tersebut mempekerjakan AG, EN dan JN, sekitar 9 bulan sejak akhir 2017. Mereka mencari lansia yang mengalami gangguan jiwa dan sakit di sekitar Bandar Lampung. "Kalau tiga lansia dari komplotan RT, itu mereka dapat tiga lansia dari Bandar Lampung," ujarnya kepada lampost.co, Jumat (17/8/2018).

Baca Juga:

Temukan Lansia di Kramat Jati dan Rekrut Paman Sendiri, Kemudian Dijadikan Pengemis

Awalnya keempat orang itu, hanya dimintai tolong oleh SP untuk mengantar jemput lansia yang dijadikan pengemis oleh SP yakni SD dan MM. Lantas karena tergiur dengan keuntungan yang didapat, mereka akhirnya membuat jaringan sendiri. "Mereka inisiatif, karena bisa gede untungnya, mereka cari sendiri," katanya.

Kendati berbeda komplotan, para pelaku saling kenal dan kerap saling membantu satu sama lain. "Kan juga para lansia itu ditempatin di kontrakan keluarga SP juga sama pelaku," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR