PANARAGAN (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), nyaris kecolongan dengan masuknya salah satu calon anggota legislatif (Caleg) menjadi pekerja penyortiran, pelipatan dan pengesetan surat suara di gudang logistik KPUD Tubaba, jalan raya lintas Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Beruntung kejadian tersebut diketahui oleh petugas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang segera melarang oknum tersebut melakukan tugasnya sebagai pekerja penyortir dan pelipat surat suara pemilu presiden, DPR RI, DPRD provinsi, DPD dan DPRD kabupaten.



Insiden ini terjadi pada Jumat (1/3) dan dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Tubaba, Midiyan, saat ditemui Lampost.co, di kantor sekretariat Bawaslu, Selasa (5/3/2019). "Yang bersangkutan (caleg) telah kami minta klarifikasinya kemarin, Senin (4/32019). Dirinya tidak tahu menahu mengenai aturan pelarangan caleg ikut menjadi petugas pelipatan. Beruntung ibu itu belum sempat membuka boks surat suara, sudah dicegah oleh petugas kami karena indentitas KTP-nya sama persis dengan data yang ada di DCT DPRD dari partai Golkar Dapil 4," kata Midiyan.

Atas insiden tersebut, pihaknya hari ini menjadwalkan pemanggilan klarifikasi kepada ketua KPUD Tubaba, Ismanto Ahmad untuk menjelaskan mekanisme perekrutan petugas penyortiran, pelipatan dan pengesetan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR