SURABAYA (Lampost.co)--Tim Densus 88 menangkap Abu Umar di Perumahan Banjararum Asri, Desa Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, Senin, 14 Mei 2018 malam. Abu Umar dipastikan sebagai pemimpin jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.
"Iya benar, dia merupakan pimpinan JAD Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (16/5/2018).
Barung tak banyak berkomentar saat ditanya mengenai Abu Umar. Ia hanya membenarkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, Abu Umar merupakan seorang ideolog yang dikenal sebagai guru. 
Selain Abu Umar, Densus 88 juga berhasil menangkap Wahyu Mega Wijayanti. Dia merupakan istri Abu Umar. "Keduanya itu merupakan pasangan suami istri (pasutri) jaringan JAD," katanya.
Menurut Barung, Tim Densus 88 juga telah menyita barang bukti dari kediaman pasutri tersebut. Namun Barung masih merahasiakan barang bukti apa yang dimaksud.
"Ingat, setiap kami menangkap orang itu, tentu disertakan dengan adanya barang bukti. Tentu barang bukti itu kita amankan untuk mendalami kasus yang berkaitan dengan terorisme ini," katanya.
Abu Umar dan istrinya, Wahyu Mega Wijayanti ditangkap di rumah kontrakan di Perumahan Banjararum Asri, Desa Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, pada Senin, 14 Mei 2018 malam. Di rumah tersebut, Abu Umar tinggal bersama istri, dan anak tirinya, seorang remaja pria berusia 14 tahun.
Hingga saat ini, Abu Umar dan istri masih diperiksa oleh Densus 88 untuk pengembangan kasus teror bom. Kelompok JAD Jawa Timur yang diketuai Abu Umar diduga mendalangi rentetan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR