BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Abdul Haris, terlapor dugaan penipuan dengan pelapor pengusaha material Eti Djonga, akhirnya mendatangi Mapolda Lampung untuk diperiksa sebagai saksi, pada Rabu (12/9/2018).

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Mochtar mengatakan, Abdul Haris yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung Agus dari fraksi PPP tersebut datang untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terlapor untuk pertama kali. "Iya kita panggil, untuk pemeriksaan awal saja," ujarnya kepada Lampost.co,  Rabu (12/9/2018).



Pemeriksaan tersebut seputar kronologi adanya utang piutang, terhadap pelapor dan terlapor. "Nanti ketika sudah diperiksa kita dalami, kita gelar dulu, apakah naik ke tingkat sidik atau tidak," katanya.

Sementara Abdul Haris mengatakan, pemeriksaan dilangsungkan mulai sekitar pukul 10.00-13.00. Total ada 15 pertanyaan yang diajukan penyidik. "Ya seputar kronologi aja," katanya.

Abdul Haris juga membantah jika ia memang hendak menipu atau tak melunasi hutangnya. Karena sejak ia dilaporkan 14 Juli 2018 lalu, ia pun masih memiliki niat untuk membayar.

"Saya sudah 34 kali bayar, waktu 4 April 2018 saya bayar Rp43 juta. Saya dilaporin aja saya masih bayar, mobil saya kasih. Terus 4 September ada Rp35 juta saya bayar. Saya enggak ada niatan untuk enggak bayar hutang saya," katanya.

Terkait adanya pemberian cek ke pelapor, namun cek tersebut tidak bisa dicairkan oleh pelapor, Abdul Haris membenarkan. "Kan saya bilang belum ada duit. Tapi dia minta ada jaminan, nah saya kasih cek, cek itu juga tahun 2014 saya kasihnya, intinya saya tetap bayar nyicil," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR