LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 April
11337

Tags

LAMPUNG POST | Koruptor Penyihir
Gerakan Kami melawan bersama Novel Baswedan. detik.net.id

Koruptor Penyihir

DI TENGAH kegilaan dan kegenitan, penyihir banyak mendapat orderan untuk melumpuhkan hati manusia. “Cinta ditolak, dukun pun bertindak.” Itulah slogan anak muda ketika dimabuk asmara. Dukun dipakai untuk menyihir agar memengaruhi jasad dan hati. Karena sihir menyebabkan orang bisa menjadi sakit, terbunuh, atau apa pun yang diinginkan.

Dalam dunia perdukunan, ada sihir nyata ada juga halus. Penyihir pun terbagi menjadi hitam dan putih. Penyihir putih mempunyai kemampuan penyembuh penyakit, sedangkan penyihir hitam menjadi pembunuh. Terkadang manusia tidak bisa lagi membedakan mana kekuatan Tuhan dan mana penyihir. Penyihir pun adu kekuatan karena perintah juragannya.  

Penyihir putih menganggap semua penyihir hitam jahat dan selayaknya diburu dan disiksa hingga mati. Penyihir bisa memiliki kemampuan dan meramal hidup manusia masa depan. Maka itu, di saat menjelang pemilihan kepala desa, daerah, dan kepala negara, sering dijumpai mereka lebih percaya dan lari ke dukun daripada Tuhannya.

Sihir memiliki aneka ragam dan tingkatan kelasnya. Seperti sihir yang dilakukan istri untuk mendapatkan cinta suaminya yang disebut pelet. Sihir namimah atau berjenis adu domba. Al ‘athfu atau pengasihan. Ash sharfu atau menjauhkan hati. Sihir masuk perbuatan syirik terkecuali membubuhi racun ke dalam makanan dan minuman. Nauzubilahiminzalik!

Banyak ditemukan anak bangsa merenggang nyawa karena kekuatan sihir. Sangat halus dibuat tewas karena kecelakaan, serangan jantung. Ini kematian yang tak normal. Atau dibuat secara nyata-nyata menjadi cacat, karena manusia mudah sekali dihinggapi iblis. Adalah Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mukanya disiram air keras (asam sulfat–H2SO4) oleh manusia berhati iblis.

Tak bisa ditundukkan secara halus, dikerjakan sangat kasar. Tak bisa dikirim melalui mantra, maka dikirim pembunuh bayaran agar binasa. Sangat biadab manusia seperti ini. Selasa (11/4/2017) pagi, Novel habis menunaikan salat subuh berjemaah di masjid, dekat rumahnya. Lalu datang dua orang menghampiri perwira itu dengan menyiramkan air keras ke mukanya.

Cairan kimia membuat muka Novel terasa terbakar—saking panasnya. Novel merintih dengan kedua tangan menutupi mata menahan pedih karena air keras. Abdurrahim Hasan, imam Masjid Al Iksan, yang tidak jauh dari rumah Novel, bertutur penyidik KPK ini mencurahkan kegelisahannya lantaran merasa dibuntuti orang tidak dikenal dalam dua pekan terakhir.

Novel juga nyaris nyawanya direnggut. Ketika naik sepeda motor, sebuah mobil sengaja menabrak dirinya. Novel sudah siap menerima risiko dari pekerjaannya sebagai penegak hukum. Tidak hanya Novel yang diteror dan mau dibunuh, Antasari Azhar, ketua KPK, juga dibui karena dituduh sebagai pembunuh. Jahat sekali! Para koruptor terganggu, kasus yang melilitnya dibongkar oleh lembaga antikorupsi ini.

***

Untuk memberantas korupsi, Novel pernah menangani kasus suap seperti membui 39 anggota parlemen Senayan yang terlibat kasus suap pemilihan deputi gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom. Lalu kasus Hambalang dan proyek infrastruktur daerah. Menangkap Bupati Buol Amran Batalipu dan membongkar suap anggaran Pekan Olahraga Nasional di Riau.

Lalu kasus jual-beli perkara pemilukada melibatkan Ketua MK Akil Mochtar. Kasus simulator SIM menyeret senior Novel yakni Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo. Kasus dugaan suap dan gratifikasi yang melibatkan Budi Gunawan. Kasus reklamasi, kasus RS Sumber Waras, terakhir mengusut kasus korupsi KTP-el yang menyeret petinggi negara.

Seorang pimpinan KPK pernah diwawancarai, mengapa begitu giatnya lembaga antikorupsi menciduk koruptor? Jawabnya dengan ringan, “Kasihan masyarakat. Duitnya dikuras untuk memperkaya diri, tapi rakyat miskin dibuatnya.” Jika dilihat dari deretan kasus korupsi yang dibongkar Novel, sangat wajar penyidik KPK ini diincar agar tidak berdaya. Buktinya?

Penyidik Novel pernah mau ditangkap Mabes Polri di kantor KPK dan akhirnya ditangkap juga di rumahnya. Kasusnya sangat remeh temeh yakni menganiaya pencuri sarang burung walet ketika menjabat sebagai kepala Satuan Reserse dan Kriminal di Polres Bengkulu pada 2004. Sejumlah kalangan menilai penangkapan Novel merupakan tindakan kriminalisasi.

Presiden Jokowi meradang mendengarnya. Lalu memerintahkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar Novel tidak ditahan dan proses hukumnya dilakukan transparan dan adil. Kata Jokowi, mengingatkan pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pernyataan yang dapat memicu timbulnya kontroversi di masyarakat. Artinya, tidak boleh ada yang tergores di KPK hanya karena penyidik membongkar kasus korupsi.

Jadi, sihir benar-benar ada dan nyata. Ia memiliki pengaruh dan hakikat yang bisa mencelakakan orang. Manusia datang ke penyihir untuk mencari jabatan, mempertahankan kedudukan, dan harta. Tuhan mengingatkan, “Dan mereka ahli sihir itu tak dapat memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali izin Allah.” (QS Al Baqarah: 102). Mengapa manusia lupa dengan ayat itu? Karena mereka sudah jauh dari agama.

Korupsi adalah penyebab terjadinya jurang kemiskinan kian melebar dan dalam di negeri ini. Ketika korupsi diungkap, teror bertubi-tubi datang bahkan kewenangan KPK dilucuti parlemen. Anak bangsa bangga, serangan itu tak membuat nyali pendekar antikorupsi surut. Rakyat membela lembaga antirasywah agar manusia serakah berhenti menggerogoti uang negara. Tegas dikatakan, bangsa ini tidak takut menghadapi koruptor.  ***

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv