BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menjatuhkan pidana penjara terhadap Umar Damhudi (23) warga Jalan Abdurrahman, Tanjungkarang Barat dengan pidana kurungan selama 9 tahun atas perbuatan cabul yang dilakukanya terhadap korban berinisial MD (7), pada Desember 2017 lalu.

Selain pidana penjara selama 9 Tahun terdakwa juga diharuskan membayar pidana denda sebesar Rp800 Juta jika tidak sanggup maka diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan.
Jaksa Elis Mustika menjelaskan korban dalam kesaksiannya mengaku dua kali dicabuli oleh Umar. Itu dilakukan lantaran korban diiming-imingi uang. "Pengakuannya dua kali, awalnya menolak, tetapi korban bersedia karena diimingi uang," jelas Elis. 
Usai sidang tak ada penyesalan di wajah Umar. Ketika ditanya saat digiring ke ruang tahanan. Dengan santai, Umar tersenyum tanpa terlihat ada rasa bersalah. Ditanya apakah ia senang menggauli anak di bawah umur, Umar mengiyakan. Tapi Umar membantah dirinya sudah dua kali mencabuli. "Iya hobi, pak. Baru satu kali kok," katanya  sambil berjalan ke sel tahanan.
Umar mengaku tak ada bocah lain yang dicabuli selain MD, itu pun tanpa paksaan. Sodomi terhadap MD terjadi sejak Desember 2017. Saat itu, Umar sengaja mencari bocah. Ia berkenalan dengan MD saat bermain dengan teman-temannya di taman Masjid Addua, Way Halim. Setelah kenal, Umar mengajak MD bermain kediamannya. Tanpa curiga ia lantas ikut Disitu, MD kemudian dicabuli. Awalnya ia menolak, tetapi Umar mengiminginya dengan uang Rp5 ribu. 
Jumat (12/1) sore Umar kembali mendatangi MD, karena sepi ia leluasa mencabuli MD di pelataran taman Masjid Addua, Way Halim. Keesokan harinya Umar datang, ia kembali berniat mencabuli MD.
"Melihat gerak gerik mencurigakan. Warga menangkap MD di masjid Addua dan langsung diamankan ke Polsek Sukarame. Umar dijerat dengan pasal 82 UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak," kata Jaksa.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR