KOTABUMI (Lampost.co)--Untuk melestarikan warisan budaya yang ada di daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Lampung Utara mendaftarkan 82 Boring (kumpulan kebudayaan yang ada dalam satu daerah) yang menjadi manuskrip warisan budaya ke Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Disdikbud Lampung Utara, Nani Rahayu,  di ruang kerjanya, Jumat (9/11/2018) mengatakan guna melestarikan warisan budaya yang ada di Lampung Utara, Disdikbud Lampura mendaftarkan 82 Boring dari dua marga, yakni; Abung dan Sungkai. Dengan rincian; 57 Boring warisan budaya tak benda dan 25 Boring warisan budaya berwujud benda  ke Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan, (Kemdikbud) melalui  Disdikbud Bandar Lampung. 



Untuk kualifikasi Boring warisan budaya tak benda, meliputi; tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, tehnologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olah raga tradisional sedangkan Boring berwujud benda, yakni; situs bersejarah, manuskrip tulisan, menhir, dolmen dan benda fisik lain yang mengandung sejarah yang ada di wilayah. 

"Saat ini terkumpul 82 Boring warisan budaya dari dua marga di Lampura yang telah didaftarkan ke Kemdikbud. Boring yang didaftarkan tersebut, nanti akan masuk dalam data hak kekayaan intelektual (HKI) untuk kualifikasi cagar budaya sehingga tidak dapat di klaim milik daerah lain. Untuk Boring yang lain, pihaknya masih melakukan inventaris ke komunitas-komunitas tradisional yang tersisa" ujarnya.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR