PESAWARAN (Lampost.co): Sekitar 80 persen peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mandiri di Kabupaten Pesawaran, Lampung, menunggak membayar iuran wajib. Walhasil, sejak periode 2014 sampai 2019, BPJS Kesehatan Pesawaran menderita defisit anggaran sebesar Rp15 miliar.

Kepala BPJS Kabupaten Pesawaran Erwin Yulizar mengatakan, peserta BPJS Kesehatan mandiri di Pesawaran berjumlah 51.535 jiwa. "Yang menunggak membayaran iuran berjumlah 39.247 jiwa," kata Erwin, Senin, 26 Agustus 2019.



BPJS Kesehatan Pesawaran sudah melakukan berbagai cara untuk menggenjot pemasukan dari iuran wajib. Menggencarkan sosialisasi, misalnya, baik lewat telepon, memaksimalkan peran kader, dan pemerintahan desa. Juga diskon iuran.

"Bagi yang menunggak dari 2014, hanya akan dikenakan premi maksimal selama 24 bulan. Tapi, jika peserta pernah rawat inap di rumah sakit akan dikenakan denda sebesar 2,5 persen dari biaya perawatan," terang Erwin.

Menurut Erwin, semua program itu semata-mata buat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membayar BPJS premi penting. Apalagi, hal mendasar dari BPJS adalah gotong royong.

Dirinya juga mengatakan, adanya wacana kenaikan iuran BPJS kesehatan bisa meminimalisir adanya defisit yang terjadi pada BPJS Kesehatan."Harapannya memang dengan adanya penyesuaian tarif premi bagi BPJS Kesehatan mandiri bisa mengurangi defisit yang sejauh ini kita alami, apalagi untuk BPJS Kesehatan Mandiri ini kan untuk warga yang mampu, jika tidak mampu dia akan ditanggung oleh pemerintah," tutupnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR