MENGGALA (Lampost.co)  -- Polres Tulangbawang mengungkap tindak pidana yang dilakukan Alamsyah warga Desa Kejadian, Kecamatan Wayserdang, Kabupaten Mesuji, Lampung yang menjadi tersangka perampokan lintas provinsi.

Berdasarkan pengakuan laki-laki berusia 38 tahun itu, ia bersama dua rekannya sudah tujuh kali beraksi. Tersangka SG sudah terlebih dahulu ditangkap dan kini mendekam dibalik jeruji besi Rumah Tahanan Klas ll B Menggala. 



Sedangkan rekannya AG diketahui sudah meninggal dunia. Namun, polisi tidak menyebutkan secara spesifik penyebab kematiannya.

Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, mengatakan dari tujuh lokasi komplotan itu beraksi enam berada di wilayah hukum Polres Tulangbawang. Sementara satu lokasi berada di Provinsi Bengkulu.

"Dua di wilayah Kabupaten Tulangbawang, empat di Kabupaten Tulangbawang Barat, dan satu di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu," kata Sandi, Minggu, 15 September 2019.

Menurut Sandi, komplotan Alamsyah tergolong sadis, karena mereka tidak segan melukai korbannya dan setiap beraksi komplotan itu mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan.

Alamsyah yang diburu polisi sejak tahun 2013 silam, akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan Tekab 308 Satreskrim Polres Tulangbawang bersama Jajaran Polsek Gunungagung saat tengah berada di Tiyuh Jayamurni, Kecamatan Gunungagung, Tubaba, Sabtu (14/09/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sandi membeberkan, tujuh tempat kejadian perkara (TKP) perampokan yang dilakukan komplotan Alamsyah.

Berita terkait:

Merampok Lagi, Residivis Ini Kembali Dibekuk Polisi

Pertama, di rumah pengusaha emas di Kecamatan Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Komplotan Alamsyah membawa kabur emas 2,5 Kg dan uang tunai Rp500 juta. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp3 miliar.

Kedua, di rumah Bonandi warga Tiyuh Totomakmur, Kecamatan Gunung terang, Tulangbawang Barat, Kamis 5 Desember 2013. Para tersangka menggasak uang tunai Rp26 juta yang tersimpan di dalam warung korban. Ketiga, di rumah pengusaha karet di Kampung Morisjaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.

Keempat, di rumah pengusaha karet di Kecamatan Penawartama, Tulangbawang. Kelima, di rumah pengusaha karet di Tiyuh Indraloka I, Kecamatan Waykenanga, Tulangbawang Barat. Keenam, di rumah pengusaha karet di Tiyuh Saktijaya, Kecamatan Gunungterang, Tulangbawang Barat. dan Ketujuh, di rumah pengusaha karet di Tiyuh Indraloka I, Kecamatan Waykenanga, Tulangbawang Barat.

"Kejadiannya antara tahun 2013 sampai 2016 dan selalu dengan komplotannya. Mereka beraksi mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan," ujar Sandi.

Alamsyah saat ini tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulangbawang dan akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR