BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sebanyak 65 narapidana mendapatlan remisi perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham). 

Kepala Subbagian Pelaporan, Humas dan TI Kanwil Kemenkumham Lampung,  Erwin Setyawan, mengatakan dasar hukum pemberian resmisi tersebut berdasarkan UU Nomor 12/1995 tentang Pemasyarakatan dan tertuang dalam PP No 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Dari Undang-Undang tersebut, syarat agar mendapatkan remisi yakni berkelakuan baik, dan minimal sudah melawati enam bulan masa tahanan.
"Total ada 65 yang mendapatkan pemberian remisi hari raya keamagaan atau Remisi Khusus (RK), yang memenuhi kriteria, baik pidana umum, maupun pidana khusus," ujar Erwin, Jumat (22/12/2017).



Pemberian remisi keagamaan tersebut hanya berlaku pada napi yang beragama Kristen Protestan dan Katolik yang ada di 16 Lapas dan Rutan. Penerima remisi tertinggi pertama ada di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung dengan napi yang menerima sebanyak 14 orang, kemudian lapas kelas I A Bandar Lampung 13 orang, dan Lapas kelas II Metro 9 orang. "Paling banyak dari Lapas Narkotika," singkatnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR