BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kementerian Pertahanan perwakilan Lampung bersama Pemerintah Provinsi menggelar lomba diskusi Parade Cinta Tanah Air (PCTA) di Hotel Sahid, selama dua hari (23-24/8/2017). Kegiatan yang diikuti 64 tim dari tingkat perguruan tinggi dan SMA/SMK itu memperebutkan dua tiket ke Jakarta bagi peserta terbaik untuk berlomba di tingkat nasional.
Pejabat Pelaksana Tugas Pokok Kemenhan perwakilan Lampung, Kolonel Kav Robert Owen Tambunan menjelaskan kegiatan tersebut bertema Dengan semangat bela negara generasi muda mampu mengatasi pengaruh radikalisme, terorisme, dan pengaruh negatif media serta bahaya narkoba. Kegiatan tersebut diikuti 32 tim masing-masing dari perguruan tinggi dan SMA/SMK.
Dari lomba ini, juara I di tingkat provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk kembali bertarung guna menempati peringkat terbaik di tingkat nasional dengan berdiskusi bersama peserta lainnya dari seluruh Indonesia. "Dari tema tersebut dapat dipahami jika tujuan utama kegiatan itu adalah menanamkan wawasan kebangsaan dan bela negara. Program ini saya nilai akan berjalan efektif untuk membangkitkan kesadaran berbangsa dengan peserta yang interaktif dalam berdiskusi," kata Robert di sela acara.
Menurut Robert, PCTA itu akan mengupas terkait wawasan antarpeserta tentang kebangsaan, bela negara, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, narkotika, dan terorisme.  "Dari pembahasan itu, mereka akan menyadari jika sekitarnya ada ancaman. Diskusi ini mengantisipasi agar pelajar dan mahasiswa sekarang tidak sampai terjebak ke dalamnya, seperti narkotika dan terorisme," urainya.
Hal senada dikatakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Theresia Sormin. Dia  mengatakan lomba diskusi ini merupakan merupakan momentum strategis bagi peningkatan dan pemahaman tentang pentingnya nilai kebangsaan dan cinta Tanah Air khususnya bagi pelajar.
"Sebagaimana diketahui nilai kebangsaan adalah suatu hal yang sangat penting dan strategis dilaksanakan sebagai upaya mempertahankan nilai kesatuan dan persatuan bangsa, membina kehidupan berbangsa dalam situasi guncangan yang nyaris merusak sendi dan tatanan kehidupan bernegara," tuturnya.

 



 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR