LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 18 July
10790
Kategori Humaniora
Penulis *2
LAMPUNG POST | 60% SMP Swasta di Bandar Lampung Terancam Tutup
Ilustrasi sekolah. cdns.klimg.com

60% SMP Swasta di Bandar Lampung Terancam Tutup

BANDAR LAMPUNG (Lampsot.co) -- Ketua Forum Kepala Sekolah Swasta Bandar Lampung, Munziri mengatakan dampak dari kebijakan pemerintah kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung yang memberlakukan sekolah gratis melalui program bina lingkungan (biling) kepada sekolah negeri, membuat 60% sekolah swasta terancam tutup.
“Sudah tiga tahun terakhir sekolah swasta merasakan sulitnya mendapatkan siswa baru di sekolah-sekolah. Kami mulai hari ini memantau kesejumlah sekolah swasta untuk melihat langsung jumlah murid disana. Ternyata benar dugaan kami, sekolah swasta jumlah siswa baru yang kami temui hanya berkisar 8–20 per sekolah,” katanya, Senin (17/7/2017).
Menurut dia, sebelum dibukanya penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN waktu lalu, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk lebih memeperhatikan nasib SMP swasta bila proses PPDB berakhir.
“Kami sudah sampaikan, tetapi tampaknya tidak dianggap. Justru pemerintah membuka sekolah baru SMPN 35, 36, dan 37 Bandar Lampung. Apakah itu yang dikatakan profesional,” tanyanya.
Munziri menjelaskan pada tahun sebelumnya pihaknya telah mengadukan persoalan ini kepada wakil rakyat di DPRD Bandar Lampung, untuk mencarikan solusi atas kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung, tetapi hingga kini tidak ada perkembangannya.
“Kami sudah dengar pendapat dengan para anggota Dewan di sana, tetapi ntmpaknya rapat itu cuma kumpul-kumpul aja, tidak ada tindak lanjutnya, kami sangat merasa kecewa dengan mereka,” kata Munziri yang juga sebagai kepala SMP Surya Darma Bandar Lampung.
Ia berpendapat Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam membuat kebijakan hanya sepihak, tanpa mendengarkan aspirasi dari pihak lain, yang berakibat merugikan dunia pendidikan di Bandar Lampung.
“Memang betul jangan sampai siswa miskin tidak sekolah, tetapi jangan ngasal kalau masukin anak di sekolah. Pemerintah membantu anak miskin, tetapi menyengsarakan sekolah swasta,” kesalnya.
Ketua Dewan Pendidikan Lampung, Mahfud Santoso mengatakan sekolah swasta lebih meningkatkan kualitas pendidikan dibanding dengan hal lainnya. Menurut dia, hal tersebut yang akan menjadi daya tarik bagi calon siswa peserta didik baru di sekolah swasta tersebut.
“Kalau sekolah swasta mau ramai, yang pertama magnetnya adalah mutu kualitas. Kalau sudah seperti itu jangankan jumlah siswa, orang tua murid saja berani bayar lebih mahal dibanding dengan sekolah lain, bila tidak seperti akan sulit bagi sekolah-sekolah swasta itu. Yang kedua, sekolah swasta yang siswanya sedikit dimerger saja supaya siswanya tidak sedikit,” kata dia.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv