BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dari total 8 orang yang telah diamankan dan diperiksa oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, terkait keterlibatan atas jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), rupanya hanya 6 terduga yang naik status tersangka.

Hal tersebut dipastikan usai terduga teroris yang paling terakhir diamankan, yakni Heru (46) yang diamankan di dusun Titi Ranti, Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan pada Senin (25/6) lalu, tidak terbukti bersalah. Sebelumnya juga Heru dipulangkan untuk berobat, karena menderita Hepatitis B.



"Statusnya tidak tersangka, kemarin hanya saksi, ia dipulangkan Minggu. Kalau masalah Hepatitis itu pertimbangan penyidik," ujar Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol, di Mapolda Lampung Kamis (5/7/2018).

Kendati dilepas, Yoyol mengatakan pengawasan tetap dilakukan, termasuk dugaan jaringan yang lain, seperti sala satu pondok yang berada di Desa Karang Anyar, Jati Agung Lampung Selatan, tempat Misgianto salah satu terduga teroris diamankan Jumat (22/6) lalu, termasuk sekitar 61 santri yang ada didalamnya. Namun ia enggan memaparkan mekanisme pengawasan.

"Enggak saya beberkan, itu teknis," kata mantan Kapolrestabes Bandung itu.

Dengan Demikian dua terduga yang dilepas yakni Heru (46), dan Hendro (36) warga Waringinsari Barat, Pringsewu yang diamankan pada (3/6) lalu.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR