BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berdasarkan data proyeksi yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Lampung mencapai 6.000 orang. 

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung Yusuf Aulia Rahman, dari 6.000 orang, setelah dilakukan pencarian bersama lembaga swadaya masyarakat peduli HIV/AIDS di Lampung, baru ditemukan sekitar 2.000 orang dan berada di tempat-tempat hiburan. Sedangkan sisa yang belum ditemukan adalah orang yang masih bersih dan berprofesi melakukan aktivitas di tengah masyarakat.



"Berarti ada sekitar 4.000 orang dan masih diawang-awang. Mereka masih menjalankan aktivitasnya di tengah masyarakat. Biasanya bila orang tersebut sudah keluar jamur, baru terdeteksi,” kata dia saat menjadi pembicara Sosialisasi Pengendalian HIV/AIDS Memperingati Hari AIDS Sedunia 2017, di aula Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Selasa (12/12/2017).

Ia mengatakan, dari 2.000 orang behasil terdeteksi belum semuanya dapat dirawat dan hanya 1.400 orang telah menjalani perawatan, hal ini dikarenakan berbagai alasan seperti belum siap, khawatir terkena efek samping, dan ingin menggunakan obat herbal.

"Artinya ada 600 ODHA di Lampung yang belum melakukan perawatan rutin, karena mengobati ODHA harus minum obat seumur hidup. Inilah yang menjadi tantangan kita bersama agara ODHA mau melakukan perawatan,” ujar Yusuf.

Ia mengatakan, dari 15 Kabupaten/ Kota di Lampung , ODHA yang masih melakukan perawatan rutin hanya terdapat di beberapa wilayah, seperti Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Tengah, sedangkan wilayah lain masih terkendala pada akses.

“Inilah gambaran masalah pengobatan HIV/AIDS di Lampung, yang baru melakukan perawatan adalah orang-orang yang hanya dekat dengan kota saja, bagaimana dengan saudara kita di tempat lain, untuk itu kita semua harus mengambil peran membantu saudara-saudara kita,” kata dia.

Menurut dia, ODHA terbanyak pada kelompok usia 25 – 50 tahun, sedangkan inveksi awal pada 5 – 10 tahun sebelumnya. “Kebanyakan ODHA adalah usia produktif, bila berada diusia ini, maka tubuhnya akan lemah,” kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR