KALIANDA (Lampost.co)--Hingga kini sebanyak 587 bidang lahan tanah untuk pembangunan jalan tol trans Sumatera (JTTS) Bakauheni - Terbanggi Besar telah selesai dilakukan ganti rugi oleh Pemerintah Pusat.  

Anggota Tim Persiapan Tahapan Pembangunan JTT, Yusmiati,  yang juga menjabat sebagai Kabag Pemerintahan Setkab Lamsel, kepada Lampost.co, Selasa (13/6/2017) mengatakan  jumlah lahan untuk JTTS yang menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Lampung Selatan mencapai 794 bidang atau mencapai 70 persen.



"Jadi, tinggal lahan yang ada di Desa Tajimalela dan Canggu, Kecamatan Kalianda lagi yang belum dilakukan ganti rugi," ujar Yusmiati.

Yusmiati menjelaskan panjang JTTS yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dari Bakauheni - Natar mencapai 104 Km.  Sementara, yang telah selesai dilakukan ganti rugi diperkirakan mencapai 65 Km.

“Artinya, tinggal sedikit lagi sisanya yang belum terselesaikan ganti rugi lahanya sekitar 39 Km lagi. Karena, masih terkendala adanya sanggahan dari warga selaku pemilik tanah,” jelasnya.

Disinggung mengenai upaya apa yang dilakukan pemerintah dengan adanya sanggahan dari warga sebagai pemilik lahan, Yusmiati mengungkapkan langkah yang diambil dengan cara menitipkan uang ganti rugi kepada Pengadilan sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.3 tahun 2016 tentang, tata cara pengajuan keberatan dan penitipan uang ganti kerugian ke Pengadilan.

“Oleh karena itu, jika ada warga yang keberatan mengenai ganti rugi lahan. Maka, penyelesainya akan dilakukan oleh Pengadilan,”jelasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR