KALIANDA (Lampost.co) -- Sebanyak 583 unit perlengkapan atau peralatan nelayan di Pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, rusak setelah diterjang tsunami pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Adapun kerusakan peralatan itu, seperti kapal motor, perahu dan jukung.

Hal tersebut diungkapkan Camat Rajabasa, Sabtudin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/1/2019). Dia mengatakan sejauh ini belum ada bantuan peralatan nelayan. Sebab, pihaknya masih fokus menangani tanggap darurat hingga 19 Januari mendatang.



"Belum ada untuk bantuan peralatan nelayan. Kami masih fokus untuk penanganan tanggap darurat. Kemungkinan pasca tanggap darurat, biasanya baru ada penyaluran untuk peralatan nelayan," kata dia.

Meski demikian, kata Sabtudin, pihaknya telah mendapatkan laporan tiap desa atas kerusakan peralatan nelayan. Setidaknya ada 583 unit peralatan yang terdiri dari kapal motor, perahu dan jukung.

Adapun rincian kerusakan, seperti di Desa Tejang Pulau Sebesi tedapat 59 unit jukung dan kapal motor 6 unit ; Desa Batu Balak 24 unit jukung dan perahu motor 5 unit; Desa Banding perahu sayap 27 unit dan perahu kecil 63 unit; Desa Sukaraja perahu 8 GT 90 unit dan perahu kecil 19 unit.

Kemudian, Desa Way Muli Induk perahu sayap 57 unit, perampas payang 3 unit, payang arab tri 5 unit, dan perahu mancungan 41 unit; Desa Canti perahu sayap 4 unit, perahu biasa 41 unit; Desa Way Muli perahu sayap 19 unit dan perahu motor 32 unit; Desa Kunjir perahu sayap 35 unit, perahu kecil 51 unit dan speed boad 2 unit.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR