Gaza (Lampost.co) -- Setidaknya 55 warga Palestina tewas ditangan pasukan Israel seiring bentrokan dan protes atas dibukanya Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.

Warga Palestina memandang pembukaan Kedubes AS di Yerusalem sebagai dukungan penuh Washington terhadap Israel yang mengklaim keseluruhan Yerusalem sebagai ibu kota mereka.

Padahal, Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.

Dilansir dari AFP, Selasa 15 Mei 2018, korban tewas termasuk delapan anak di bawah usia 16 tahun. Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

Di sepanjang jalur Gaza, kemarin, gerombolan warga Palestina berkumpul untuk berunjuk rasa memrotes pembukaan kedubes AS tersebut.

Diperkirakan, sekitar 40 ribu warga Palestina ikut andil dalam protes dan bentrokan ini. 

Sementara itu, militer Israel mengatakan, salah satu jet tempurnya menyerang lima sasaran di fasilitas pelatihan Hamas di Gaza.

Bentrokan ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa Palestina di sepanjang perbatasan Gaza sejak enam pekan terakhir. Unjuk rasa ini dinamakan "Great March of Return."



 

PENULIS

MTVN

TAGS


KOMENTAR