KOTABUMI (Lampost.co) -- MERUJUK hasil simple screening dengan alat smokerlyzer untuk mengetahui kadar karbon monoksida akibat paparan asap rokok di dalam tubuh yang dilakukan pada siswa di tujuh sekolah SMP. Diketahui sekitar 52,9 persen pelajar sekolah tersebut di dalam tubuhnya memiliki kadar karbon monoksida  di atas ambang normal. 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P),Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, Neli Kusriyanti mengatakan merujuk hasil uji coba pada siswa di tujuh sekolah, dengan alat smokerlyzer untuk mengukur paparan karbon monoksida akibat asap rokok di dalam tubuh.



"Dari 306 pelajar yang di screning, tercatat 144 pelajar memiliki kadar karbon monoksida  di atas ambang normal atau dengan presentase lebih dari 30 persen," kata dia di ruang kerjanya, Kamis (6/9/2018).

Merujuk hasil screning, dari 306 pelajar di tujuh sekolah, sebanyak 144 pelajar memiliki kadar karbon monoksida  lebih dari 30 persen atau di atas ambang normal yang ditetapkan. "Berdasarkan hasil simple tersebut dimungkinkan  144 siswa atau sekitar 52,9 persen pelajar telah terpapar asap rokok," ujar dia.

Tes terhadap para siswa dilakukan dengan menghembuskan udara dari pernafasan ke alat smokerlyzer tersebut. 

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR