PRINGSEWU (Lampost.co)--Dinas pertanian kabupaten Pringsewu melakukan gropyokan hama tanaman tikus di lahan pertanian Pekon Bulokarto, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.
Gerakan pengendali hama tikus itu dilakukan serentak di lima pekon dengan melibatkan para petani, TNI,  Polri, dan anak sekolah SD, dan hasilnya sekitar 867 ekor tikus didapat.
 
Kepala Dinas Pertanian Pringsewu, Iskandar Muda, mengatakan geraakan massal hama tikus (gropyokan) tingkat kabupaten Pringsewu dalam rangka untuk pengendalian hama tanaman dari serangan hama tikus pada saat petani akan melakukan musim tanam.
Kegiatan pengendalian merupakan salah satu kegiatan menghadapi musim tanam petani, dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. "Indonesia menjadi sumber pangan sehingga bisa mengambil andil ekspor pangan. Adanya lahan kita sudah memfasilitasi. Kemudian yang  menarik ada lahan sawah di Pringsewu  lahan irigasi 979 ribu hektare," ujar Iskandar. 
Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi, mengatakan populasi tikus cepat sekali berkembang, kalau tikus dibunuh, maka mengecilkan polulasi hama tikut. Sebab, masa berbiak hewan pengerat ini cukup singkat, usai melahirkan, dua hari kemudian sudah kawin lagi, jelasnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR