LIWA (Lampost.co) -- Sebanyak lima anak pank atau gelandangan yang masuk wilayah Liwa, Lampung Barat, Minggu, 15 September 2019, diamankan Satpol PP Lampung Barat.

Mereka ditangkap anggota Satpol PP saat melakukan aksi mengamen dan meminta-minta disekitar Pasar Liwa, Minggu, 15 September 2019.



Kabid Penegakan Hukum Daerah dan Perbup Satpol PP Lambar, Sukardi mendampingi Plt Kasat Pol PP Henry Faisal, mengatakan mereka dijaring untuk menindaklanjuti adanya laporan dan keluhan masyarakat tentang keberadaan anak gelandangan yang sering meresahkan masyarakat karena mengganggu ketertiban umum seperti mencuri, meminta-minta dan mengamen, serta minum minuman miras diseputaran Liwa.

Atas laporan itu maka pihaknya melakukan operasi yang hasilnya ada lima anak terjaring. "Ada lima anak terjaring, 4 diantaranya berasal dari OKU Selatan (Sumsel) dan 1 anak dari Metro. Mereka 1 rombongan dan sejak beberapa hari ini melakukan aksinya di seputaran Liwa dan tidur di sekitar masjid Liwa dan bangunan bekas SPBU Liwa," kata dia.

Kelima anak itu diamankan lalu dibawa ke kantor Satpol PP guna diberi pengarahan. Kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak melakukan perbuatanya kembali yang dapat meresahkan masyarakat.

Pihaknya juga memanggil petugas dari Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pembinaan, kelima anak itu dikirimkan kembali ke keluarga asalnya masing-masing berdasarkan permintaanya. "Tadinya kita minta mereka memilih mau dipulangkan atau dimasukan ke panti asuhan. Tapi ternyata mereka milih untuk dipulangkan. Karena itu mereka dicarikan kendaraan dan dipulangkan ke asalnya," kata Sukardi.

Dalam surat pernyataanya, kata dia, mereka tidak akan mengulangi perbuatannya. Kemudian diberikan pembinaan apabila mengulangi perbuatannya akan diproses sesuai Perda No. 15 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dengan ancaman pidana kurungan sampai dengan 3 bulan atau denda sampai dengan Rp25 juta.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR