KOTABUMI (Lampost.co) -- Merujuk laporan petugas unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Dinas Pertanian (Distan) di kecamatan, dalam 5 bulan terakhir (Januari - Mei 2018) 2018, tercatat sekitar 150 ekor ayam atau unggas di Kabupaten Lampung Utara mengalami kematian mendadak.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo, di ruang kerjanya, Kamis (7/6/2018) mengatakan dari laporan petugas UPTD Distan di kecamatan, selama 5 bulan terakhir ada sekitar 150 ekor ayam di Kabupaten Lampung Utara mengalami kematian mendadak.



Untuk wilayah, kematian mendadak pada unggas ini, terjadi di Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi dengan jumlah laporan kematian sekitar 50 ekor, dilanjutkan Kecamatan Abung Timur sekitar 60 ekor. "Kematian terbesar terjadi sekitar  Maret - April 2018 saat curah hujan cukup tinggi di Lampung Utara," kata dia.

Ia mengatakan dari ciri fisik ternak yang mati tersebut, tidak ada tanda-tanda yang mengarah unggas terserang avian influenza atau flu burung seperti bengkak pada kepala, jengger dan pial, disertai warna kebiruan, terdapat bintik-bintik merah pada kaki ayam, cairan pada mata,  hidung serta pada rongga mulut.

"Jadi dimungkinkan, unggas mati karena kurangnya daya tahan tubuh serta perubahan cuaca yang cukup drastis pada bulan tersebut," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR