KALIANDA (Lampost.co)--Belum satu tahun sejak diterapkan aplikasi Online Single Submission (OSS) Lampung Selatan telah menginput sebanyak 5.787 pengusaha yang terdaftar pada aplikasi tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lampung Selatan Pramudiya Wardhana, Rabu (3/7/2019).



Menurut Pramudya, angka permohonan berusaha melalui aplikasi OSS sejak diberlakukan pada Oktober 2018 lalu hingga saat ini telah menyentuh angka 5.787 pemohonan.
"Dengan menggunakan aplikasi OSS proses permohonan perizinan jadi lebih mudah dan bisa dilakukan dimana saja serta kapan saja,"ujarnya.

Dia menjelaskan permohonan berusaha melalui aplikasi OSS tersebut dapat mempermudah pemohon berusaha mendapat izin dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SIUP, IUI dan TDU.
"Mereka (Pengusaha,red) mendapatkan izin dasar, setelah itu melakukan pemenuhan komitmen ke kantor perizinan," jelasnya.

Selain itu, pihak DPMPPTSP Lampung Selatan juga telah menyediakan sarana dan prasarana termasuk operator untuk membantu pemohon yang ingin mengurus proses perizinan secara online. 

"Inilah bukti dan komitmen pemerintah untuk menarik investor dalam upaya meningkatkan iklim investasi di Lampung Selatan,"tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Pramudiya mengungkapkan NIB wajib dimiliki oleh pengusaha besar. Apalagi, pengusaha yang akan melakukan impor dan ekspor barang. Sebab, permohonan izinya dari pusat. 

"Nah, nanti oleh pemerintah pusat tentu akan dimintai syarat berupa NIB. Jika, tidak ada harus mendaftatkan usahanya lebih dulu melalui aplikasi OSS, guna mendapatkan NIB,"ungkapnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR