BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kaum perempuan masih rentan mengalami tindakan yang tidak sopan atau pelecehan seksual yang terjadi di lingkungannya. Sepanjang 2018, setidaknya ada 45 kasus mengenai pelecehan seksual terhadap perempuan yang terjadi di Provinsi Lampung.

Data tersebut yang diperoleh oleh Lembaga Advokasi Perempuan Damar Provinsi Lampung. Advokat dan Konselor Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung, Meda Fatmawati, mengatakan perempuan rawan dilecehkan.



"Untuk saat ini Damar memberikan konseling kepada EP mahasiswi UIN yang diduga dilecehkan oleh oknum dosennya. Konseling yang kami berikan agar korban lebih kuat dan tumbuh percaya diri untuk memperjuangkan hak-haknya," katanya.

Untuk wilayah kejadian kekerasan terhadap perempuan pada Januari - Desember 2018 di Bandar Lampung ada 29 kasus, Lampung Selatan (2), Lampung Utara (7), Lampung Tengah (2), dan daerah lainnya (5).

Kemudian, untuk usia korban kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Lampung yakni 0-17 tahun ada 14 kasus, 18-25 tahun ada 9 kasus, 26-30 tahun ada 4 kasus, 31-35 tahun ada 6 kasus, 36-40 tahun ada 7 kasus, 41-45 tahun ada 2 kasus, 46 tahun ke atas ada 2 kasus, dan 1 tidak diketahui.

Untuk usia pelaku kekerasan kepada perempuan usia 0-17 tahun ada 1 pelaku, 18-25 tahun ada 8 pelaku, 26-30 tahun ada 3 pelaku, 31-35 tahun ada 5 pelaku, 36-40 tahun ada 4 pelaku, 41-45 tahun ada 2 pelaku, 46 tahun ke atas ada 5 pelaku, dan tidak diketahui ada 17 pelaku.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR