PRINGSEWU (Lampost.co)--Sebanyak 40 pekon dari enam kecamatan di Pringsewu mengusulkan mendapatkan program Pansimas tahun 2019.  Kepala Satker Pansimas Kabupaten Pringsewu, Imam Santiko Raharjo, mengatakan hal itu dalam acara pembekalan melalui sosialisasi tingkat kabupaten (Pamsimas III) tahun 2018 yang berlangsung di Aula STIE Muhammadiyah Pringsewu, Senin (9/7/2018).

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Satker Pamsimas III) Kabupaten Pringsewu, menggelar sosialisaai berlangsung sehari. 
Imam menjelaskan dengan diusulkan 40 pekon ini diharapkan semuanya akan terwujud mendapatkan program Pamsimas III tahun 2019. Guna meyakinkan programnya, Imam menghadirkan pemateri dari Kepala Satker Pamsimas Provinsi Lampung Taslim dan pemateri dari OPD terkait dari kabupaten Pringsewu.
Ia menjelaskan, pekon yang diusulkan memiliki kreteria desa itu belum pernah mendapatkan program Pamsimas, cakupan akses air minum aman belum 100 %, cakupan akses sanitasi aman belum 100%, prevalensi penyakit diare tergolong tinggi. 
Kemudian adanya pernyataan kesanggupan pemerintah desa untuk menyediakan dana guna membiayai rencana kerja masayarakat (RKM) dari APB Desa. "Juga adanya pernyataan kesanggupan masyarakat untuk menyediakan kader AMPL, kontribusi minimal 20% (4% in cash dan 16% kind) serta menghilangkan kebiasaan BABS,"jelasnya.
Imam yang juga Sekretaris PU Pringsewu menambahkan, sasaran program Pamsimas adaalah masyarakat dan pemerintah pekon (desa) serta sanggup memenuhi berbagai persyaratan guna mengikuti program tersebut. 
Sementara Asisten II Sekab Pringsewu, Junaidi Hasyim mewakil Bupati Sujadi ketika membuka sosialisasi tersebut  emberi apresiasi, karena program Pamsimas itu merupakan cerminan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah kabupaten dengan kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI maupun stakeholder terkait lainnya.
Sedang program Pamsimas III merupakan program 2016-2019 adalah kelanjutan dari program Pamsimas I dan II (tahun 2008-2015) yang merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional. "Tujuanya untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan," ungkapnya.



Disamping itu program Pamsimas III dilaksanakan untuk menunjang pengembangan permukiman yang berkelanjutan di 15 ribu desa serta pengelolaan berkelanjutan pelayanan air minum dan sanitasi di lebih dari 27 ribu desa sasaran Pamsimas di seluruh Indonesia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR