GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Empat orang perwakilan SMAN I Seputihmataram diperiksa Polres Lampung Tengah terkait dugaan pungutan liar (pungli) melalui komite.

Informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, Kepala SMAN I Seputihmataram bersama Bendahara BOS, Ketua Komite dan Bendahara Komite dipanggil Polres Lampung Tengah pada Sabtu (28/4) lalu terkait dugaan pungli melalui dana komite.



Kepala SMA N I Seputihmataram Made Tantra yang dikonfirmasi Lampost.co, Rabu (2/5/2018), melalui sambungan telepon membenarkan adanya pemanggilan itu. Menurut dia, pemanggilan pertama itu ada empat orang yang dipanggil, dari pihak sekolah dirinya sendiri dan bendahara BOS, sedangkan dari komite, Ketua dan Bendahara Komite.

Terkait pemanggilan itu, Made Tantra mengaku sempat menanyakan siapa yang melapor, tetapi tak ada jawaban. Sedangkan soal pemeriksaan ia mengaku itu baru pemeriksaan awal.

"Saya tanya siapa pelapor tidak ada yang menjawab. Kemarin itu pemeriksaan awal saja," kata dia.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Resky Maulana yang dikonfirmasi di ruangannya tak banyak berkomentar. Ia hanya  mengatakan soal dugaan pungli di SMA N I Seputihmataram sedang ditindaklanjuti.

"Sesuai prosedur, perkara-perkara yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi tak bisa diekspos tahapan per tahapan. Nanti saat P21 baru bisa dipublikasikan," tambahnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR