BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tidak terasa korban penggusuran eks Pasar Griya Sukarame sudah hampir sebulan tinggal di halaman depan Kantor DPRD Bandar Lampung. Warga itu tinggal sejak 4 Agustus, hingga Minggu (2/9/2018), mereka masih bertahan disana.

Puluhan warga, perempuan, laki laki, dan anak anak tinggal ditenda tenda darurat yang mereka dirikan di halaman depan kantor wakilnya itu. Mereka diam disitu bukan tanpa alasan, selain memang tidak ada tempat tinggal, mereka juga menunggu action DPRD Bandar Lampung menyikapi nasib mereka.



Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Kristina Tia Ayu, menyatakan, warga eks Pasar Griya akan menunggu audiensi antara Komisi I DPRD Bandar Lampung dengan pemkot setempat perihal tuntutan mereka, Senin (3/9/2018).

"Besok kita tunggu apa hasil audiensi Komisi I dengan Pemkot. Yang jelas Selasa (4/9/2018) tepat satu bulan warga mendirikan posko darurat di depan Kantor DPRD lantaran tidak tahu harus tinggal dimana," kata Kristin.

Dia pun menyesalkan karena selama warga tinggal disana belum ada upaya apapun dari DPRD. "Dewan pun hanya sesekali saja menengok dan menegur warga. Bantuan dari pemerintah kota dan DPRD juga tidak ada," kata dia.

Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi mengatakan hearing dengan pemkot akan dilangsungkan di Komisi I. "Iya kita mengundang Pemkot. Jadi besok hearingnya di Komisi I," kata Wiyadi.

Sebelumnya, dari 3 tuntutan yang diajukan, pemkot tidak menyanggupi permintaan warga eks Pasar Griya terkait lahan rongsok dekat rusunawa. Sementara, tuntutan berkenaan dengan tempat tinggal dan pendidikan disanggupi oleh Pemkot.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR