SEMBALUN (Lampost.co)--Pascagempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang menguncang NTB pada Minggu, 29 Juli 2018, Tim penyelamat berhasil mengevakuasi sebanyak 386 jiwa keluar dari dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. 
Jumlah tersebut merupakan catatan evakuasi sementara dari posko pendataan dan kesehatan yang terletak di Desa Bawak Enao, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Data tersebut merupakan data evakuasi hingga Senin, 30 Juli 2018 petang.
Dari 386 jiwa yang selamat, tercatat 181 di antaranya merupakan para pendaki mancanegara. Sisanya dengan jumlah 205 jiwa, merupakan para pendaki lokal bercampur dengan jumlah "porter guide". 

"Dari jumlah yang berhasil diselamatkan, sebagian besar memang merupakan para pendaki asal Thailand," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.



Terkait dengan penyelamatan ini, Kepala Balai TNGR Sudiyono menjelaskan bahwa jumlah yang menjadi target evakuasi tim penyelamat berpatokan pada daftar pendakian 27-28 Juli 2018. Dalam rentan waktu dua hari tersebut, tercatat ada 576 jiwa.
"Jadi memang dari data yang kita punya, 330 lebih di antaranya warga Thailand," kata Sudiyono yang ditemui di kantor Resor Sembalun. 
Jumlah tersebut merupakan angka para pendaki, "porter guide" yang bertahan di Danau Segara Anak, pascagempa bumi yang mengakibatkan salah seorang diantaranya meninggal dunia akibat tertimpa longsor batu di jalur Dana Segara Anak-Bukit Pelawangan.

Namun hingga kini, jelasnya, tim penyelamat sudah berhasil mengevakuasi sebagian besar korban yang sebelumnya berada di Danau Segara Anak. 
"Untuk sisanya, mereka sekarang sudah sampai pos 2 jalur pendakian resmi Sembalun. Hanya saja masih ada 6 orang lagi yang bertahan di sana (Danau Segara Anak)," ucapnya.

Dijelaskan bahwa 6 orang yang masih bertahan di Danau Segara Anak enggan ikut rombongan evakuasi karena secara psikologis masih mengalami trauma berat dengan insiden gempa bumi tersebut.

"Secara psikologis, mereka masih trauma dengan kejadian kemarin. Makanya mereka memilih tetap bertahan. Di sana tidak ada WNA, ada warga Jakarta bersama 'porter guide'," ucapnya.

Terkait dengan 6 orang yang masih bertahan di Danau segara Anak, Sudiyono mengatakan bahwa sudah ada tim yang bergerak ke lokasi untuk melakukan penjemputan sekaligus membawakan logistik makanan san minuman. "Untuk evakuasi mereka, rencananya akan dilakukan dengan penjemputan pakai helikopter. Tapi kalau pun cuacanya tidak memungkinkan, penjemputan akan dilakukan lewat jalur darat, mungkin akan ditandu," kata Sudiyono.

Terkait kabar Jenazah Muhammad Ainul Takzim (26), staf Balai Litbang LHK Makassar, yang juga masih berada di Danau Segara Anak, Sudiyono mengatakan tim penyelemat sudah menuju lokasi bersamaan dengan penjemputan 6 orang.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR