MEKKAH (Lampost.co)--Hingga Sabtu (26/8/2017), sebanyak 355 orang mengajukan tanazul (pulang lebih awal dari jadwal kepulangannya dari Tanah Suci ke Indonesia). Terbanyak dari Embarkasi Surabaya.

Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan, Edayanti Dasril Munir, mengatakan umumnya jemaah yang mengajukan tanazul adalah jemaah yang sakit, masalah visa dan penggabungan mahron. Namun ada juga jemaah yang mengajukan tanazul dengan alasan dinas.



"Jemaah yang disetujui tanazul apabila bisa melengkapi bukti-bukti yang mendukung mengapa jemaah tersebut pulang lebih cepat daripada jadwal yang ditentukan," jelas Edayanti di Mekkah, Sabtu (26/8/2017).

Dia menambahkan tanazul dilaksanakan setelah selesai prosesi haji di Armina. Jemaah yang pulang lebih awal harus satu embarkasi yang sama. "Kalau misalnya beda embarkasi, jemaah itu bisa bergabung dengan rombongan embarkasi yang sudah siap diberangkatkan. Kemudian jemaah itu melanjutkan penerbangan lanjutan sendiri dari embarkasi tersebut ke kota tujuan. Terpenting merek yang tanazul ini tidak menuntut pemerintah karena hak-hak yang mereka terima sudah dihapus karena pulang lebih cepat," ujarnya.

Namun untuk jemaah yang sakit saat tiba di embarkasi akan diantar sampai tingkat provinsi. Di dalam pesawat pun, para jemaah yang sakit ini mendapat prioritas tempat duduk.
Pasien dengan kursi roda mendapat satu tempat duduk. Jemaah yang sakit dan hanya berbaring mendapat tiga tempat duduk. Sedangkan jemaah yang sakit dan harus dipasang infus dan lainnya akan mendapatkan 9 kursi.
"Ini semua gratis. Kementerian Agama sudah bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines," jelasnya.

Untuk mengetahui kondisi jemaah yang sakit dan dievakuasi dari Jeddah ke Indonesia lebih awal, berdasarkan surat rekomendasi medis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah dan RS Arab Saudi.

Sedangkan jemaah yang tidak bermasalah apapun namun mempercepat jadwal pulang, harus menunjukkan surat dari atasannya mengapa jemaah tersebut pulang lebih cepat. "Ada beberapa yang pulang karena dinas, juga ada yang harus menempuh ujian S3 dalam waktu dekat," ujar Edayanti.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR