KALIANDA (Lampost.co)--Banjir yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan 40 hektare tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, rusak atau puso. Sedangkan, 310 hektare tanaman padi mengalami kerusakan sedang, ringan, dan berat. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas Agus Santosa di ruang kerjanya. Dia mengaku dampak dari banjir pada Jumat (15/2/2019) mengakibatkan tanaman padi seluas 350 hektare terendam banjir. 



"Dari 350 hektare itu, terdapat 40 hektare tanaman padi berkisar 10-20 hari setelah tanam (HST) rusak total atau puso, sedangkan sisanya mengalami kerusakan. Untuk varietasnya ada yang Muncul dan Ciherang. Perlu diketahui data puso ini belum final. Masih bisa bertambah mengingat kejadian banjir baru empat hari," kata dia.

Memurutnya, data kerusakan tanaman padi seluas 310 hektare dengan perincian rusak ringan 205 hektare, rusak sedang 70 hektare, dan rusak berat 35 hektare, dengan seluruh kerusakan tanaman padi tercatat belum terdaftar asuransi usaha tanam padi (AUTP) di Jasindo. 

"Belum ada yang terdaftar di AUTP. Padahal, ada seluas 40 hektare tanaman padi alami kerusakan total alias gagal panen (puso). Namun, selain itu kami akan upayakan bantuan benih," kata dia. 

Di lokasi yang berbeda, Kepala UPTD P3 Kecamatan Sragi Eka Saputra mengatakan seluas 30 hektare tanaman padi berkisar umur 1-7 HST dan hamparan persemaian bibit padi untuk luasan 90 hektare terendam banjir. Meskipun demikian, tidak ada kerusakan pada tanaman padi di Desa Margasari dan Mandalasari itu. 

"Dari pemantauan kami di lapangan, semua tanaman padi selamat karena banjir hanya lewat saja. Namun, untuk persemaian bibit padi mengalami kerusakan 60%," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR