BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 31 orang tercatat meninggal saat berlangsungnya operasi Keselamatan Krakatau 2018 yang digelar oleh Ditlantas Polda Lampung, dan seluruh Jajaran satlantas polresta/polres selama 21 hari operasi yakni, (5-25/3/2018).

Dari oprasi tersebut, kecelakaan lalulintas yang terjadi 43 kejadian atau naik 105 persen dari 2017 yakni 21 kejadian. Untuk kasus meninggal dunia naik 224 persen, dimana pada tahun ini ada 31 jiwa, sedangkan pada 2017 hanya 9 jiwa. Luka berat pada 2018 sebanyak 20 jiwa, naik 43 persen dari 2017 yakni 14 jiwa. Untuk luka ringan juga mengalami peningkatan, pada 2018 sebanyak 25 jiwa, naik 32 persen dari 2017 yakni 19 jiwa.



Dari seluruh kejadian tersebut lakalantas dialami berbagai pengguna kendaraan. Sepeda motor masih mendominasi yakni 40 unit, mobil barang 23 unit, mobil penumpang 9 unit, mobil penumpang 1 unit, kendaraan khusus dan tidak bermotor satu unit. Selain itu, angka kecelakaan juga didominasi terjadi di jalan nasional yakni 30 kejadian, jalan provinsi 7 kejadian, jalan kota/kabupaten 3 kejadian, dan jalan desa 3 kejadian.

Menanggapi hal tersebut Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin mengatakan, kecelakaan Hingga korban meninggal dunia meningkat karena berbagai faktor. Faktor kondisi jalan, khususnya jalan nasional yang kurang baik, juga jadi faktor penyebab tingginya angka Lakalantas. "Pas operasi Kamsel Krakatau ini musim hujan, jadi kondisi jalan cepet rusak, dan pengendara juga jadi kesulitan karena ya hujan itu," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu (1/4/2018).

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR