MESUJI (Lampost.co) -- Kekeringan mulai dirasakan warga di Kabupaten Mesuji, Lampung. Sebanyak 31 Desa Di Kabupaten Mesuji dikategorikan rawan kekeringan. Mereka pun kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Salah satu warga Kecamatan Mesuji Timur, Saimah, mengakui hal tersebut. Butuh 10 hingga 12 jam untuk mendapatkan air bersih dari sumur umum yang menjadi sumber air utama desanya. "Kami harus menunggu lama untuk mendapatkan air bersih dari sumur karena kondisi sumur mengering," ujarnya, melansir Antara, Senin, 26 Agustus 2019.



Saimah mengatakan untuk kebutuhan air sehari-hari ia harus membeli dari pedagang air keliling. Ia pun berharap musim kemarau segera berakhir. "Kalau tiga bulan ke depan belum juga turun hujan, kami akan semakin sulit mendapatkan air bersih," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji, Syahril, dikantornya mengatakan 31 Desa kesulitan air bersih yang tersebar di seluruh Mesuji terus dipantau BPBD Mesuji.

"Betul ada 31 Desa yang rawan kekeringan. Untuk itu, kami sudah mulai menyalurkan air bersih. Sejauh ini kami sudah salurkan air bersih ke Desa Tanjung Serayan, Kecamatan Mesuji, Tanjung Mas Makmur, Kantung Mas Mulya, Eka Mulya, Kecamatan Mesuji Timur, juga di Kecamatan Rawajitu Utara," jelas Syahril kepada Lampost.co.

Setiap desa tadi, lanjut Syahril, mendapatkan jatah 10.000 liter air bersih untuk kebutuhan masyarakat. "Kami ada tiga mobil tangki air  dengan kapasitas sama yakni 10.000 liter," lanjut dia.

Syahril juga menerangkan jika saat ini Mesuji bebas pembakaran lahan. "Ya, hari ini kita bebas dari asap dan api. Namun kami  bersama aparat TNI Polri akan terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Kami akan terus pantau perkembangannya setiap hari, mudah mudahan tidak ada lagi kebakaran lahan," papar Syahril.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR