MESUJI (Lampost.co) -- Sebanyak 31.824 hektare lahan padi di Kabupaten Mesuji mulai terkena dampak kekeringan. Namun, Dinas Pertanian Mesuji memastikan masih aman dari gagal panen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Mesuji Rosidin mengatakan, jika 31.824 hektar sawah petani untuk musim tanam April hingga September sudah memasuki masa panen.



"Kami tidak menampik jika ada ratusan hektare lahan padi Mesuji mengalami kekeringan. Namun, kekeringan belum membahayakan padi petani," jelas Rosidin, Senin 26 Agustus 2019.

Menurutnya, padi petani rata rata sudah menjelang masa panen. Dan, padi di masa itu tidak membutuhkan banyak air.

"Di Kecamatan Rawajitu Utara, lahan petani sengaja tidak dimasukan air. Karena, air disana sudah mulai payau yang sangat membahayakan padi petani," lanjut Rosidin.

Meski begitu, Dinas Pertanian Mesuji berjanji akan terus memantau setiap perkembangan kekeringan. 

Disisi lain, Ketua Gapoktan Sumber Makmur, Kecamatan Mesuji, Budi, membenarkan jika wilayahnya memang mulai kekeringan. Namun, padi petani masih aman. 

"Sekarang sudah masuk masa panen. Alhamdulilah masih aman dari dampak buruk kekeringan," jelasnya lewat ponsel.

Hal yang sama juga disampaikan Timbun, Ketua Gapoktan di Desa Pangkal Mas Mulya, Kecamatan Mesuji Timur. Jika, 90 % lahan padi petani aman dari dampak buruk kekeringan. 

"Aman, karena sudah memasuki masa panen. Hanya sebagaian kecil lahan yang akan terkena dampak kekeringan karena telat tanam. Di wilayah kami bukan tidak ada air, namun air yang ada sudah mulai payau dan tidak baik untuk tanaman," jelasnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR