BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sebanyak 300 peserta dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung mengikuti ujian kenaikan tingkat kyu caturwulan IV Indonesia Karate Do (Inkado) di aula Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Minggu (12/11/2017). Ketua Umum Pengurus Provinsi Inkado Lampung Timbul Batubara mengatakan agenda ujian kenaikan tingkat Inkado merupakan upaya untuk mencari bibit-bibit atlet yang berpotensi.
Dari ujian yang digelar tersebut, pengurus dapat melihat langsung sampai sejauh mana perkembangan latihan yang sudah diberikan selama enam bulan oleh para pelatih di setiap dojo di Lampung. Pada ujian tersebut Pengprov Inkado menghadirkan tim penguji kenaikan tingkat kyu, di antaranya Mulyadi (dan V), Prayitno (dan IV), Sumono Rahmat (dan V), Ibrahim (dan V), Helmi (dan III), Dwi Hananto (dan IV), Rudi (dan III), Dedy Haryadi (dan III), Agus (dan III), Iyansori (dan III), Ferani (dan III), serta Yuli Saptoro (dan IV).
"Kami yakin dihadirkannya tim penguji yang profesional itu, ke depan, mampu lahir bibit atlet yang sesuai harapan. saya minta kepada peserta untuk bisa mengikuti secara serius," kata Timbul.
Selain itu, ia berharap kepada karateka Inkado Lampung harus benar-benar meningkatkan porsi latihan, baik di tingkat cabang maupun perguruan. Hal tersebut ditegaskan karena masih banyak PR yang harus dibenahi dalam rangka menuju persiapan kejurnas di Jakarta pada Desember 2017.
"Di sinilah saatnya kalian memperlihatkan kemampuan yang dimiliki karena di kejurnas besok, emas adalah target utama dari pengurus provinsi," ujar dia.
Salah satu penguji, Sumono Rahmat mengatakan agenda ujian kenaikan tingkat yang digelar merupakan tolok ukur keberhasilan dari para pengurus cabang dan perguruan dalam membina atlet selama enam bulan terakhir. Oleh karena itu, para peserta ujian kyu harus dapat memberikan yang terbaik.
"Event-event sekelas nasional sudah menanti di depan. Jadi, ketika pada ujian itu hasilnya positif, akan berdampak pada pertandingan yang sesungguhnya," kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR