KOTABUMI (Lampost.co) -- Sekitar 30 persen masyarakat di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) belum memiliki akses air bersih dan air minum yang layak untuk kebutuhan konsumsi dalam hal ini untuk minum atau memasak maupun untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi, cuci, kakus (MCK).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, Daning Pujiarti, di ruang kerjanya, Jumat (20/4/2018) mengatakan merujuk hasil pendataan dari 27 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura, ditemukan sekitar 30 persen masyarakat di kabupaten setempat yang belum memiliki akses air bersih atau air minum yang layak pakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga.



"Merujuk hasil pendataan puskesmas, sekitar 30 persen masyarakat Lampung Utara belum menikmati akses air bersih atau air minum yang layak dan masyarakat tersebut, rata-rata bermukim di daerah bantaran sungai," ujarnya.

Rata-rata, sekitar 30 persen masyarakat tersebut memenuhi kebutuhan konsumsi akan air minum maupun memasak mengambil dari mata air terdekat seperti sumur milik tetangga yang kehigienisan airnya kurang layak secara kesehatan untuk di konsumsi. Sementara untuk MCK mereka memanfaatkan aliran sungai yang telah tercemar limbah rumah tangga.

"Sekitar 30 persen masyarakat yang belum memiliki akses air bersih seperti sumur manual maupun sumur bor secara pribadi maupun kelompok  (komunal) tersebut, rata-rata adalah masyarakat miskin yang pemahaman mereka akan pentingnya kesehatan dalam hal ini air bersih sangat minim," kata Daning.

Sementara, sisanya sekitar 70 persen masyarakat di Lampung Utara telah memiliki akses air bersih yang ditunjukkan dengan kepemilikan sumber mata air baik dari sumur manual maupun sumur bor secara  pribadi maupun komunal melalui program bantuan pemerintah, seperti melalui PNPM atau Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU).

"Dari hasil pendataan puskesmas, sekitar 70 persen warga di Lampura telah memiliki akses air bersih dan sumber air minum layak konsumsi secara pribadi maupun kelompok," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR