Keterangan foto: (Kiri-kanan) Project Director Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie, Munetoshi Watanabe (Direktur PT Yamazaki  Mazak Indonesia),  Manara Lodewijk Hutapea ( Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia/ITPI–IWES) , Stephanus F. Santoso (Wakil Presiden Direktur, PT Altama Surya Anugerah), dan Hadi Suryadipraja ( Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor/GIAMM) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/11/2017). Dok.  PT Pamerindo Indonesia

JAKARTA (lampost.co) -- Sekitar 1.800 perusahaan dari 30 negara akan mengikuti  pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang akan berlangsung 6 – 9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
"Pameran Manufacturing Indonesia diselenggarakan setiap tahunnya untuk bisa turut mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri," kata Project Director Pamerindo Indonesia Maysia saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/11/2017).
Menurut Maysia, phaknya mengundang perusahaan manca negara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada para pabrikan.
Informasi mengenai perkembangan pasar serta tekonologi terkini akan beredar di arena pameran dan ini tentunya bisa di manfaatkan oleh pelaku industri Tanah Air. 
"Dan kami pun akan mendatangkan para buyers yang sesuai dengan segmentasi pameran kami, yaitu B2B,” terangnya.
Pada tahun ini, kata Maysia, Manufacturing Indonesia 2017 akan menghadirkan sekitar 1.800 perusahaan dari 30 negara dan wilayah termasuk terdapat paviliun dari negara/wilayah Jerman, India, Korea, Tiongkok, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Jepang.
Pihaknya tidak hanya menghadirkan sebuah pameran saja, melainkan juga terdapat kegiatan lain seperti seminar dan juga kompetisi.
Bekerja sama dengan Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES), pihaknya akan mengadakan acara welder competition & contest yang akan berlangsung selama empat hari pameran.
"Ada juga spinning tool competition dari Indonesia Mold & Dies Industry Association (IMDIA) dan juga Product Spotlight Theatre,” ungkap Maysia.
Adanya kegiatan yang tidak hanya menghadirkan pameran saja, disambut baik  Manara Lodewijk Hutapea, Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES) yang turut mengisi kegiatan berupa welding kontes.
“Terima kasih kepada Pamerindo yang sudah mengadakan pameran ini dan memberi wadah kepada IWES untuk memperkenalkan kepada masyarakan tentang tekhnik dari pengelasan," ungkap Manara.
Peserta dalam The First Welder Contest BUMN 2017 & Competition nanti  berasal dari berbagai industri antara lain: industri pesawat terbang, industri alat berat dan angkutan khusus, industri perawatan mesin-mesin turbin & rotating equipments, industri pupuk, industri perkapalan, konstruksi (steel construction), industri farmasi, industri perawatan mesin pesawat terbang.
"Industri yang kami pilih tersebut sangat banyak menyerap tenaga kerja dan industri tersebut terus berkembang pesat baik teknologi serta peralatan/equipment," kata Manara.
Manara melihat industri manufaktur saat ini secara perlahan mulai membaik, seiring dengan para investor yang masuk ke Indonesia. Hal yang harus diwaspadai dikatakan  Manara agar mempersiapkan diri terhadap trend baru yang mulai bergeser kepada era digitalisi atau robotik.
Hal senada juga turut disampaikan Hadi Suryadipraja, Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) yang menilai meningkatnya industri manufaktur khususnya di sektor otomotif dinilai ada pergerakan positif, khususnya untuk segmen niaga mengalami kenaikan.
“Mulai pertengahan tahun ini pertumbuhan untuk light duty truck dan medium duty truck mengalamai kenaikan signifikan sekitar 48%, kami prediksi akan menguat angkanya hingga tahun depan. Hal ini disebabkan oleh infrastruktur yang sedang gencar di bangun dan pasti butuh sarana transportasi,” terang Hadi.
Bahkan Hadi optimistis menyebut kenaikan sektor otomotif diprediksi meningkat 5%–10% maksimal.
“Kami optimistis industri otomotif di segment ini akan meningkat, bahkan di tahun ini saja khususnya kendaraan niaga juga angkanya meningkat hingga 80%,” kata Hadi.
Stephanus F. Santoso, Wakil Presiden Direktur, PT Altama Surya Anugerah - Tekiro, Ryu dan Rexco sebagai produk unggulan di pasar teknik selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar industri di Tanah Air.
Manufacturing Indonesia sebagai salah satu pameran industri berskala international menjadi jembatan bagi kami untuk dapat lebih dekat dengan konsumen existing kami serta membuka peluang untuk konsumen baru.
Menempati luas area sebesar 36.000 m2, Pamerindo Indonesia tidak hanya menghadirkan pameran Manufacturing Indonesia 2017, namun juga terdapat Machine Tool Indonesia 2017, Tools & Hardware Indonesia 2017 dan Industrial Automation & Logistics Indonesia 2017.
Beragam peralatan mesin, suku cadang, komponen, aksesoris, peralatan manufaktur, metrologi & pengukur, air power, precision tools, drives & controls dan produk industri terkait lainnya akan di pajang area pameran tersebut.
Pameran Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibitions ini didukung  Kementrian Perindustrian, Indonesian Precision Tooling Industry Association (AIPPINDO), Indonesian Foundry Industries Association (APLINDO), Association of Metalwork and Machinery (ASPEP), Indonesian Automotive Parts & Components Industries Association (GIAMM), Federation of Indonesian Metalworks & Machinery Industries Association (GAMMA), The Indonesian Welding Engineering Society (IWES), Indonesian Mould & Die Industry Association (IMDIA). 

Meningkat



Terkait industri manufaktur, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan pertumbuhan sektor manufaktur mengalami alami peningkatan yang signifikan dari tumbuhnya permintaan baik dari lokal dan global perihal bahan baku dari produsen lokal.
“Kondisi inflasi saat ini mendorong industri lokal mengurangi kuota impor baha industri dan memanfaatkannya dari produsen lokal,” kata  Putu kepada pers baru-baru ini.
Menurut data yang dia berikan, pada kuartal III tahun 2017, industri manufaktur nonmigas mencatat pertumbuhan industri year-on-year (yoy) sebesar 5,49 persen, sementara pertumbuhan industri kumulatif yoy sektor ini di Kuartal ketiga 2017 telah mencapai 4,71 persen.
Dengan didukung oleh permintaan domestik dan internasional, menurut Putu, akan berdampak pada industri manufaktur di Indonesia semakin berkembang. "Pemerintah sekarang menyediakan berbagai insentif-seperti tax holiday dan tax allowances, misalnya-untuk produsen yang mampu menarik investasi, baik domestik maupun asing. Kami juga memberi penghargaan kepada mereka atas produk berkualitas tinggi mereka," katanya.
Berkaitan dengan pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang akan berlangsung 6–9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Putu menyambut baik dan memuji Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara pameran.
Dia yakin pameran ini  mampu membuat pameran yang berkualitas termasuk mendatangkan pengunjung yang sesuai dengan segmenentasi bisnisnya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR